Anggaran Kementerian PU 2026 Dipangkas Rp12,71 Triliun, Proyek Infrastruktur Terdampak?

Anggaran Kementerian PU 2026 Dipangkas Rp12,71 Triliun, Proyek Infrastruktur Terdampak?

Terkini | inews | Rabu, 8 April 2026 - 06:09
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mengungkap rencana pemangkasan pagu anggaran di kementeriannya. Anggaran yang semula telah ditetapkan sebesar Rp118,18 triliun akan dipangkas Rp12,71 triliun, sehingga pagu indikatif Kementerian PU menjadi Rp106,18 triliun.

Hal ini disampaikan Dody dalam Rapat Kerja bersama DPR, Selasa (7/4/2026). Menurutnya, penyesuaian anggaran dilakukan berdasarkan Surat Menteri Keuangan Nomor S-1181 tanggal 1 April 2026 mengenai optimalisasi belanja kementerian dan lembaga (K/L).

"Penajaman belanja ini berdasarkan Surat Menteri Keuangan No. S-1181 tanggal 1 April 2026 melalui optimalisasi pagu sebesar Rp12,71 triliun, sehingga rencana pagu DIPA tahun 2026 menjadi sebesar Rp106,18 triliun," ucap Dody dikutip, Rabu (8/4/2026).

Meski anggaran dipangkas, Dody memastikan target pembangunan infrastruktur tetap berjalan di berbagai sektor. Pada bidang sumber daya air, pemerintah menargetkan pembangunan jaringan irigasi hampir 16.000 hektare, rehabilitasi jaringan irigasi 86.000 hektare, pengendalian banjir sepanjang 72 kilometer (km), pengamanan pantai 7 km, serta penyediaan air baku 200 liter per detik.

Selain itu, program berbasis masyarakat Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) tetap ditargetkan menjangkau 12.000 lokasi.

Di sektor jalan dan jembatan, target 2026 meliputi pembangunan jalan baru sepanjang 102 km, peningkatan kapasitas dan preservasi jalan 1.500 km, pembangunan serta duplikasi jembatan 2,2 km, preservasi jembatan 93 kilometer, penggantian jembatan 2 km, dan pembangunan 92 unit jembatan gantung.

Pemerintah juga menargetkan pembangunan jalan tol sepanjang 33,60 km, preservasi rutin jalan nasional sepanjang 46.100 km, serta pembangunan jalan daerah 50,6 km.

Pada bidang cipta karya, pembangunan infrastruktur dasar mencakup penyediaan air minum melalui Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) sebanyak 410 lokasi, Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS) 917 lokasi, serta 63 lokasi pengolahan sampah TPS-3R.

Sementara di bidang prasarana strategis, pemerintah menargetkan pembangunan 1.000 unit sekolah keagamaan, 104 unit sekolah rakyat, 41 sekolah dasar dan menengah, 7 perguruan tinggi dan perguruan tinggi keagamaan, 19 prasarana perekonomian berupa pasar, 8 prasarana olahraga, dan 2 prasarana cagar budaya.

"Kita juga melakukan pembangunan prasarana kesehatan sebanyak 2 unit, prasarana peribadatan ada 2 unit, dan prasarana strategis lainnya sebanyak 1 unit," tuturnya.

Topik Menarik