Beef Tallow Kembali Populer, Waspadai Dampaknya bagi Kesehatan Jantung

Beef Tallow Kembali Populer, Waspadai Dampaknya bagi Kesehatan Jantung

Gaya Hidup | inews | Selasa, 7 April 2026 - 16:06
share

JAKARTA, iNews.id - Beef tallow atau lemak sapi kini kembali digemari masyarakat sebagai bahan memasak. Namun di balik popularitasnya, konsumsi lemak sapi berlebihan perlu diwaspadai karena berpotensi berdampak pada kesehatan jantung.

Beef tallow merupakan lemak yang berasal dari jaringan lemak sapi yang dilelehkan. Bahan ini sering digunakan untuk menggoreng atau sebagai campuran dalam berbagai olahan makanan.

Meski memberikan cita rasa gurih pada masakan, lemak sapi mengandung kadar lemak jenuh cukup tinggi. Kondisi ini membuat konsumsi berlebihan dapat memengaruhi kadar kolesterol dan kesehatan kardiovaskular.

Dilansir dari Verywell Health, lemak sapi diketahui mengandung hampir 50 persen lemak jenuh. Jenis lemak ini berkaitan dengan peningkatan kadar kolesterol jahat atau LDL dalam darah.

Berikut sejumlah dampak kesehatan yang dapat muncul jika terlalu sering mengonsumsi lemak sapi.

1. Meningkatkan Kolesterol Jahat

Lemak sapi mengandung kadar lemak jenuh yang cukup tinggi. Lemak jenuh diketahui dapat meningkatkan kadar LDL atau kolesterol jahat dalam darah.

Selain itu, lemak jenuh juga dapat memengaruhi cara hati memproduksi dan membuang kolesterol. Akibatnya, kadar kolesterol dalam darah berpotensi meningkat.

Jika kondisi ini terjadi dalam jangka panjang, risiko gangguan kesehatan pada pembuluh darah dapat meningkat.

2. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Kadar LDL yang tinggi berkaitan dengan penumpukan plak pada pembuluh darah. Penumpukan tersebut dapat menghambat aliran darah di dalam tubuh.

Kondisi ini diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga stroke. Selain itu, konsumsi lemak jenuh yang tinggi juga dapat memperburuk rasio kolesterol secara keseluruhan.

3. Meningkatkan Kadar Trigliserida

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pola makan tinggi lemak, termasuk lemak sapi, dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah.

Trigliserida yang tinggi menjadi salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular. Kondisi ini juga sering dikaitkan dengan berbagai gangguan metabolisme.

Jika kadar trigliserida terus meningkat, risiko penyakit jantung dapat menjadi lebih besar.

4. Sedikit Meningkatkan Kolesterol Baik

Di sisi lain, konsumsi lemak sapi juga dapat meningkatkan kadar HDL atau kolesterol baik. Namun peningkatan HDL tersebut biasanya tidak sebanding dengan kenaikan kadar LDL. Akibatnya, manfaat yang diperoleh cenderung lebih kecil dibandingkan risikonya.

Sebab itu, para ahli tetap menyarankan agar konsumsi lemak sapi dilakukan secara bijak.

5. Mengubah Karakter Kolesterol

Lemak jenuh dalam lemak sapi juga dapat memengaruhi struktur partikel lemak dalam darah. Perubahan ini dapat membuat kolesterol lebih mudah menempel pada dinding arteri.

Jika kondisi tersebut terjadi, proses penyumbatan pembuluh darah dapat berlangsung lebih cepat. Penyumbatan pembuluh darah menjadi salah satu faktor yang memicu berbagai penyakit kardiovaskular.

Para ahli menilai beef tallow tidak harus dihindari sepenuhnya dalam pola makan. Namun penting untuk memperhatikan jumlah konsumsinya agar tidak berlebihan.

Sebagai alternatif, masyarakat disarankan menggunakan lemak tak jenuh seperti minyak zaitun atau minyak nabati lain yang dinilai lebih baik bagi kesehatan jantung.

Topik Menarik