Dean James Tersandung Kasus Paspor, Kapten Go Ahead Eagles Akui Dampaknya Besar
DEVENTER, iNews.id – Kasus paspor Dean James membuat Go Ahead Eagles kehilangan pemain penting. Kapten tim Joris Kramer menyayangkan situasi tersebut.
Masalah ini mencuat usai Go Ahead Eagles menang telak 6-0 atas NAC Breda. Pihak lawan kemudian melayangkan protes dan meminta pertandingan diulang.
Protes itu berkaitan dengan status Dean James yang dinilai tidak sah untuk tampil. Pemain berusia 25 tahun itu kini berstatus Warga Negara Indonesia.
Status tersebut membuat dia tidak lagi menggunakan paspor Belanda. Dengan kondisi itu, dia wajib memiliki izin kerja untuk bermain serta harus terdaftar sebagai pemain non-Uni Eropa.
Situasi ini berdampak langsung pada tim. Go Ahead Eagles untuk sementara kehilangan Dean James.
Tak hanya dia, klub juga kehilangan Richonell Margaret akibat polemik serupa. Dua pemain ini menjadi bagian penting dalam skuad.
Dampak Besar bagi Tim
Kapten tim, Joris Kramer, mengakui situasi tersebut berada di luar kendali pemain. Dia menegaskan tim hanya bisa menunggu keputusan lebih lanjut.
“Kami sebagai tim tidak punya kendali atas situasi ini. Hal itu di luar jangkauan kami dan kami hanya bisa menunggu. Mereka adalah dua pemain yang memiliki kualitas luar biasa. Kami hanya perlu bersabar, tapi saya yakin semuanya akan baik-baik saja,” katanya dikutip dari Voetbal Primeur, Senin (6/4/2026).
Kramer menilai kehilangan dua pemain tersebut memberi dampak besar. Keduanya memiliki kontribusi signifikan sepanjang musim.
Dean James telah mencatat 33 penampilan dengan sumbangan satu gol dan empat assist. Sementara Richonell Margaret tampil dalam 29 pertandingan dengan satu gol dan tiga assist.
Kasus ini juga menyeret sejumlah pemain Timnas Indonesia lainnya yang berkarier di Belanda. Nama seperti Nathan Tjoe-A-On, Tim Geypens, dan Justin Hubner ikut terdampak.
Tak hanya pemain Indonesia, polemik ini juga menyentuh pemain naturalisasi dari negara lain seperti Suriname dan Cape Verde.
Secara keseluruhan, terdapat 25 pemain yang saat ini dibekukan sementara oleh KNVB akibat persoalan administrasi tersebut.
Situasi ini masih terus berkembang dan menjadi perhatian di kompetisi sepak bola Belanda.










