Saiful Mujani soal Jatuhkan Pemerintah, Hasan Nasbi: Tak Paham Demokrasi!

Saiful Mujani soal Jatuhkan Pemerintah, Hasan Nasbi: Tak Paham Demokrasi!

Terkini | inews | Minggu, 5 April 2026 - 13:37
share

JAKARTA, iNews.id - Kepala Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) periode 2024-2025 Hasan Nasbi merespons video ucapan peneliti dan akademisi Saiful Mujani. Dalam video yang viral, Saiful Mujani menyinggung terkait pemakzulan Presiden Prabowo Subianto.

"Saya alternatifnya bukan pada prosedur yang formal impachment seperti itu, itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo, hanya itu," kata pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) tersebut.

Ucapan tersebut menuai respons dari Hasan Nasbi. Hasan menilai pernyataan tersebut provokatif. Apalagi, ucapan itu diketahui disampaikan dalam momen halalbihalal.

"Memang ada kelompok masyarakat di bangsa kita, maupun di negara lain yang itu mengaku pejuang demokrasi, tapi mereka mengukur demokrasi dengan itu isi perutnya sendiri, mengukur demokrasi itu dengan perasaan dan keinginannya sendiri," kata Hasan dalam video yang diunggahnya di Instagram, dikutip Minggu (5/4/2026).

Menurutnya, jika orang tersebut keinginannya terpenuhi atau terlibat dalam kebijakan pemerintah, maka dia akan menganggap pemerintah demokratis. Sebaliknya jika tidak, maka dia akan menyebut tidak demokratis.

"Ada orang-orang macam begini itu ada, dan orang-orang macam begitu biasanya selalu tergoda untuk menyampaikan kata-kata yang melampaui batas, kata-kata yang melampaui batas itu adalah 'ayo kita jatuhkan pemerintah, ayo kita gulingkan pemerintah', atau yang agak konstitusional dikit, 'ayo kita impeach pemerintah'," ujar Hasan.

Hasan menyebut, orang-orang tersebut tidak beruntung di kontestasi pemilu sebelumnya.

"Mungkin hasrat untuk berkuasa tanpa pemilu ini yang meronta-ronta dalam jiwa mereka, mereka ingin menempuh sebuah jalan untuk berkuasa tanpa melalui proses demokrasi, mereka itu ngakunya pejuang demokrasi, tapi nggak pernah mau paham apa esensi demokrasi," kata Hasan.

Topik Menarik