3 Calon Kuat Pengganti Gattuso di Italia, Nomor 1 Pernah Frustrasi Gegara Timnas Indonesia
MILAN, iNews.id - Ada tiga kandidat utama pengganti Gennaro Gattuso di kursi pelatih Timnas Italia. Rumur bermunculan ke publik setelah Gattuso mengumumkan pamit dari jabatannya usai gagal lolos Piala Dunia 2026.
Spekulasi pergantian pelatih mencuat seiring situasi yang belum stabil di tubuh Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Ada tiga kandidat yang masuk bursa. Siapa saja?
Berikut 3 calon kuat pengganti Gattuso:
1. Massimiliano Allegri
Nama pertama yang mencuat adalah Massimiliano Allegri. Pelatih AC Milan itu disebut memiliki peluang besar untuk menerima tawaran melatih Timnas Italia jika FIGC mengambil keputusan pergantian dalam waktu dekat.
Jurnalis senior Italia, Carlo Pellegatti, mengungkap potensi tersebut. Dia menyebut Allegri bisa menjadi opsi utama dalam skenario perubahan pelatih.
“Beberapa bulan lalu, dan ini yang akan menjadi perhatian saya dalam beberapa jam ke depan, saya diberi tahu jika Italia tersingkir, Allegri bisa menerima panggilan untuk menggantikan Gattuso,” kata Pellegatti.
2. Antonio Conte
Selain Allegri, Antonio Conte juga masuk dalam daftar kandidat. Sosok berpengalaman itu dinilai memiliki kapasitas besar untuk membawa Timnas Italia kembali kompetitif di level internasional.
“Hati-hati, karena mereka bisa beralih ke Allegri dan dalam beberapa jam ke depan, saya juga diberi tahu jika Conte menjadi salah satu kandidat,” sambung Pellegatti.
3. Roberto Mancini
Nama lain yang turut meramaikan bursa pelatih adalah Roberto Mancini. Mantan pelatih Timnas Italia itu berpeluang kembali jika kursi pelatih resmi kosong dalam waktu dekat.
Mancini juga sempat bertemu Timnas Indonesia saat melatih Arab Saudi. Kala itu dia dibuat frustrasi karena ditahan imbang 1-1 melawan Garuda arahan Shin Tae-yong di Jeddah pada ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Di sisi lain, situasi internal FIGC belum sepenuhnya kondusif. Presiden FIGC, Gabriele Gravina, telah mengundurkan diri, diikuti oleh Kepala Delegasi, Gianluigi Buffon.
Kondisi tersebut membuat keputusan besar, termasuk penunjukan pelatih baru, masih tertunda. FIGC dijadwalkan memilih presiden baru pada 22 Juni, sehingga arah kebijakan tim nasional masih menunggu kepemimpinan baru.










