Dewan Keamanan PBB Gelar Voting soal Selat Hormuz Sabtu 4 April, Bakal Diveto China?
NEW YORK, iNews.id - Dewan Keamanan PBB akan melakukan voting terkait pengamanan jalur perairan Selat Hormuz pada Sabtu (4/4/2026). Voting sedianya digelar pada Jumat, namun ditunda sehari.
Sebanyak 15 anggota tetap dan tidak tetap Dewan Keamanan PBB dijadwalkan memberikan suara untuk mengadopsi atau tidak draf resolusi yang diajukan Bahrain. Isinya bertujuan untuk melindungi pelayaran komersial di jalur air penting tersebut.
Kantor berita Associated Press (AP) melaporkan, di antara isi draf resolusi yang diajukan Bahrain itu adalah mengizinkan negara-negara menggunakan semua cara defensif yang diperlukan guna melindungi pelayaran komersial masing-masing.
Namun ada kemungkinan resolusi tersebut akan mentah karena diveto oleh China atau Rusia, sekutu dekat Iran. China menegaskan mereka menentang resolusi apa pun yang menggunakan kekuatan militer untuk membuka blokade Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur perairan penting bagi lalu lintas energi dunia. Sekitar 20 persen kebutuhan minyak dunia dipasok melalui perairan tersebut. Sebagian besar negara Asia bergantung pada selat ini untuk memenuni kehutuhan energi mereka.










