Panas! Amsal Sitepu Bongkar Dugaan Intimidasi Pakai Brownies, Begini Respons Jaksa
JAKARTA, iNews.id - Amsal Sitepu membongkar dugaan intimidasi pakai brownies dalam proses hukum yang tengah dia jalani. Pengakuan tersebut memicu sorotan publik dan menjadi perdebatan dalam forum resmi DPR.
Amsal Sitepu mengungkapkan dirinya pernah mendapat tekanan dari jaksa saat berada di rumah tahanan. Dia menyebut ada pemberian kue brownies yang disertai pesan tertentu.
“Dalam proses hukum yang sedang saya jalani ini saya pernah mendapatkan intimidasi oleh Jaksa secara langsung yang memberikan saya sekotak brownies cokelat, dengan pesan, dia ngomong langsung kepada saya di rutan ini, 'sudah ikutin aja alurnya. Gak usah ribut-ribut, tutup konten-konten itu,” kata Amsal dalam RDPU Komisi III DPR RI, Senin (30/3/2026).
Dia menegaskan menolak tekanan tersebut. Amsal memilih tetap melawan demi keadilan atas kasus yang menimpanya.
Pramono Minta BUMD Atur Strategi Mitigasi Lonjakan Harga Komoditas Imbas Perang AS vs Iran
“Saya bilang tidak pimpinan. Cukup, tidak ada lagi anak muda yang dikriminalisasi di indonesia. Biarkan, nggak ada lagi Amsal Amsal lain dikriminalisasi. Biar saya menjadi satu-satunya pekerja ekonomi kreatif yang dikriminalisasi dan diintimidasi. Biarkan saya yang terakhir pimpinan,” ujarnya.
Amsal juga menyatakan dirinya tidak takut menghadapi proses hukum tersebut. Dia tetap yakin tidak bersalah.
“Saya bilang saya gak takut, saya nggak salah,” tuturnya.
Menanggapi tudingan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Karo Wira Arizona memberikan klarifikasi. Dia membantah adanya niat intimidasi dalam proses pemeriksaan.
"Jadi dari situ tidak ada niatan sedikit pun kami mau mengintimidasi karena kami juga sudah berkoordinasi dengan pengacara Saudara Amsal untuk hadir di Tanjung Gusta, bertemu di Tanjung Gusta untuk dilakukannya pemeriksaan," ucap Wira dalam RDPU Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Kamis (2/4/2026).
Wira juga membantah memberikan brownies secara langsung kepada Amsal. Dia menjelaskan bahwa penyerahan dilakukan oleh staf tanpa pesan tertentu.
"Saya hadir tidak hanya sendiri, ada dua rekan tim saya juga. Di situ juga disaksikan bahwasanya penyerahan itu tidak dari tangan saya, yaitu tangan dari staf saya, dan tidak ada omongan apa-apa, pak," tuturnya.
Dia menegaskan kunjungan tersebut murni dilandasi alasan kemanusiaan.
"Mohon izin, saya juga tidak ada niat apa pun. Kami hanya murni mengedepankan rasa kemanusiaan, hati nurani," katanya.
Wira bahkan mengaku memiliki dokumentasi sebagai bukti bahwa tidak ada intimidasi dalam pertemuan tersebut. Dia memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur.










