Ngeri! Pelajar di Sukabumi Bertaruh Nyawa Seberangi Jembatan Rusak demi Sekolah

Ngeri! Pelajar di Sukabumi Bertaruh Nyawa Seberangi Jembatan Rusak demi Sekolah

Nasional | inews | Kamis, 2 April 2026 - 16:13
share

SUKABUMI, iNews.id – Perjuangan berat harus dialami sejumlah pelajar di Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Setiap hari, mereka terpaksa bertaruh nyawa melintasi jembatan rusak yang kondisinya sudah miring dan memprihatinkan demi bisa sampai ke sekolah. 

Jembatan sepanjang 30 meter dengan lebar hanya satu meter ini merupakan akses vital yang menghubungkan Kampung Karang Lodaya dan Kamandoran. Meski maut mengintai di setiap langkah, para siswa dan warga tak punya pilihan lain demi efisiensi waktu dan faktor ekonomi. 

Fisik jembatan ini sangat membahayakan keselamatan siapa pun yang melintas. Penyangga utama jembatan diketahui hanya terdiri dari dua batang bambu yang sudah lapuk. Akibat sudah lama rusak dan tidak kunjung diperbaiki, posisi jembatan menjadi miring dan rawan amruk sewaktu-waktu ke dasar sungai. 

Meski bahaya besar mengintai, setiap pagi jembatan ini tetap dipadati pelajar yang hendak menuju sekolah di kawasan Cibadak. Tak hanya siswa, warga yang hendak berdagang maupun bertani juga rutin menggunakan jalur ekstrem ini karena merupakan akses satu-satunya yang tercepat bagi mobilitas warga antar-kampung.

"Setiap hari lewat sini karena kalau memutar jauh sekali. Takut sih takut, tapi mau gimana lagi supaya tetap bisa sekolah dan cepat sampai," ujar salah satu pelajar, Ardiansyah, saat ditemui di lokasi, Kamis (2/4/2026). 

Seorang warga setempat, Atin, mengungkapkan bahwa rasa takut mereka terpaksa dikalahkan oleh himpitan ekonomi. Jika harus mencari jalan alternatif, warga harus mengeluarkan ongkos transportasi yang jauh lebih besar dan waktu tempuh yang berkali-kali lipat lebih lama. 

"Ini jalan paling dekat dan paling murah buat kami. Kalau lewat jalan lain harus mutar jauh sekali. Kami sangat berharap pemerintah segera memperbaiki sebelum ada yang jatuh," ungkap Atin.

Masyarakat Desa Karangtengah kini hanya bisa berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah untuk segera melakukan renovasi total. Warga sangat khawatir jika terus dibiarkan, jembatan vital ini akan menelan korban jiwa, terutama saat cuaca buruk dan arus sungai di bawahnya sedang deras. 

Hingga saat ini, infrastruktur yang menunjang pendidikan dan perekonomian warga tersebut masih terus digunakan meski statusnya sangat tidak layak dan mengancam nyawa setiap harinya.

Topik Menarik