Detik-Detik Gempa M7,6 Guncang Bitung! Tsunami Terjang 9 Wilayah, 1 Orang Tewas

Detik-Detik Gempa M7,6 Guncang Bitung! Tsunami Terjang 9 Wilayah, 1 Orang Tewas

Terkini | inews | Kamis, 2 April 2026 - 10:47
share

BITUNG, iNews.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026), menimbulkan kepanikan warga dan korban jiwa. Getaran kuat membuat pasien di RS Budi Mulia berhamburan keluar ruangan demi menyelamatkan diri.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Deice Lahia, seorang lanjut usia (lansia) yang merupakan pemilik kantin di Gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Manado. Korban tewas setelah tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa terjadi.

“Sudah kita evakuasi tadi korban meninggal dunia,” ujar Wakapolda Sulut, Awi Setiyono kepada iNews.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan episenter di laut, sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, pada kedalaman 33 kilometer.

BMKG menyebutkan gempa ini memicu tsunami yang terdeteksi di sembilan wilayah. Ketinggian gelombang bervariasi, dengan yang tertinggi mencapai 0,75 meter di wilayah Minahasa Utara.

“Pemutakhiran peringatan dini tsunami akibat gempa dengan kekuatan 7,6 telah terdeteksi di sejumlah wilayah,” tulis BMKG dalam keterangannya.

Adapun rincian tinggi tsunami berdasarkan pemantauan Tide Gauge sebagai berikut:

Belang: 0,68 meter (06.36 WIB)
Bitung: 0,20 meter (06.15 WIB)
Bumbulan: 0,13 meter (06.50 WIB)
Gita: 0,24 meter (06.12 WIB)
Halmahera Barat: 0,30 meter (06.08 WIB)
Kedi: 0,15 meter (06.15 WIB)
Minahasa Utara: 0,75 meter (06.18 WIB)
Sidangoli: 0,35 meter (06.16 WIB)
Sitaro: 0,19 meter (06.15 WIB)

BMKG menjelaskan, gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas deformasi kerak bumi. Hasil analisis menunjukkan mekanisme sumber berupa pergerakan naik atau thrust fault.

Hingga kini, petugas masih melakukan pemantauan dan evakuasi di sejumlah titik terdampak. Warga diimbau tetap waspada dan menjauhi wilayah pesisir guna mengantisipasi potensi gempa susulan maupun gelombang lanjutan.

Topik Menarik