Oleh-Oleh dari Korsel, Prabowo Bawa Pulang Investasi Rp173 Triliun

Oleh-Oleh dari Korsel, Prabowo Bawa Pulang Investasi Rp173 Triliun

Berita Utama | inews | Kamis, 2 April 2026 - 08:56
share

JAKARTA, iNews.id - Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan membawa hasil signifikan, khususnya terkait investasi. Sejumlah nota kesepahaman (MoU) antara pelaku bisnis kedua negara senilai 10,2 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp173 triliun telah diteken.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto usai menghadiri forum “Indonesia-Korea Partnership for Resilient Growth” di Seoul pada Rabu 1 April 2026.

“Dalam pertemuan tersebut ditandatangani MoU dengan nilai 10,2 miliar USD atau sekitar Rp173 triliun,” ujar Airlangga dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).

Airlangga menuturkan, kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor strategis, antara lain energi dan transisi hijau, termasuk tenaga surya, penangkapan dan penyimpanan karbon atau carbon capture and storage (CCS), serta energi terbarukan. Selain itu, kerja sama meliputi sektor industri dan manufaktur seperti baja, baterai dan transportasi ramah lingkungan.

“Dalam investasi tersebut juga termasuk sektor digital dan AI. Kemudian properti dan infrastruktur, termasuk pengembangan di Bumi Serpong Damai, dan kerja sama bisnis dan asosiasi antara Kadin, KCCI, terutama untuk mendorong bisnis komitmen,” lanjutnya.

Di samping itu, Airlangga menyebut sejumlah perusahaan besar Korsel turut memperkuat komitmen investasinya di Indonesia, termasuk pengembangan industri baja oleh POSCO serta minat investasi dari Lotte yang membuka peluang kolaborasi dengan Danantara sebagai mitra investasi.

Menko Perekonomian menekankan, hasil kunjungan Presiden Prabowo ke Korea Selatan melengkapi capaian investasi dari kunjungan sebelumnya ke Jepang, yang menghasilkan komitmen investasi sebesar USD 23,6 miliar atau sekitar Rp401 triliun.

“Artinya kunjungan Bapak Presiden ke dua negara ini menghasilkan komitmen investasi sebesar Rp574 triliun,” ucap Airlangga.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Topik Menarik