DPRD DIY Usul Gelar Pahlawan Nasional bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

DPRD DIY Usul Gelar Pahlawan Nasional bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Nasional | inews | Rabu, 1 April 2026 - 20:17
share

KULONPROGO, iNews.id – Komisi A DPRD DIY mengusulkan ke pemerintah untuk memberikan gelar pahlawan kepada Praka Farizal dan dua prajurit TNI lainnya yang gugur saat membawa misi perdamaian di Lebanon. 

Usulan itu disampaikan Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, saat melayat ke rumah duka Praka Farizal Rhomadhon di Sidorejo, Lendah, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (1/4/2026). 

"Mereka bukan sekadar menjalankan tugas militer, mereka menjalankan mandat konstitusi. Kami akan kawal terus proses pengajuannya, termasuk koordinasi mengenai administrasi dan prosedurnya," kata Eko Suwanto.

Politisi PDI Perjuangan tersebut mengatakan, DPRD DIY akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk merumuskan bentuk perhatian nyata kepada keluarga almarhum. 

Salah satu poin utama yang diusulkan adalah pemberian beasiswa pendidikan bagi putra almarhum hingga jenjang perguruan tinggi.

"Negara dan daerah harus hadir. Kita ingin putra almarhum mendapatkan jaminan masa depan sebagai bentuk terima kasih kita atas jasa ayahnya bagi bangsa ini," katanya. 

Komisi A DPRD DIY, kata dia, berkomitmen akan terus memantau proses pemulangan jenazah hingga tiba di DIY dan memastikan prosesi pemakaman dilakukan dengan penghormatan kenegaraan yang layak.

Sebelumnya, Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 25/Siwah, Kolonel Inf Dimar Bahtera, mengungkap kronologi lengkap peristiwa nahas yang menimpa Praka Farizal Rhomadhon.

Prajurit terbaik dari Satuan Tugas (Satgas) perdamaian di Lebanon tersebut gugur saat sedang menunaikan salat Isya di markasnya.  

Menurut Kolonel Dimar, Praka Farizal gugur bukan saat terjadi kontak senjata langsung, melainkan saat ia tengah menunaikan ibadah di area penugasan (compound). 

"Jadi bukan waktu salat Subuh, tapi pada saat salat Isya. Ketika yang bersangkutan sedang melaksanakan salat, ada artileri atau mortir yang jatuh tepat di samping masjid," ujar Kolonel Dimar saat mengunjungi rumah duka di Ledok, Lendah, Kabupaten Kulonprogo, Selasa (31/3/2026) sore.

Topik Menarik