Niat Puasa Qadha Ramadhan dan Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Syawal, Teks Arab dengan Artinya

Niat Puasa Qadha Ramadhan dan Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Syawal, Teks Arab dengan Artinya

Gaya Hidup | inews | Rabu, 1 April 2026 - 17:36
share

JAKARTA, iNews.id - Umat islam berkesempatan meraih pahala berlipat ganda pada bulan April 2026 ini. Niat puasa qadha Ramadhan yang digabung dengan puasa ayyamul bidh di Bulan Syawal menjadi informasi penting yang patut diketahui.

Bulan Syawal merupakan bulan ke-10 dalam kalender Hijriah dan disebut sebagai bulan peningkatan ibadah. Kata “Syawal” berasal dari bahwa Arab, yaitu syala yang berarti irtafa’a, naik atau meninggi. Orang Arab biasa berkata, syala al-mizan (naik timbangan), idza irtafa’a (apabila ia telah meninggi).

Salah satu amalan di Bulan Syawal yakni menjalankan ibadah puasa sunnah 6 hari. Selain itu, mengganti puasa bagi yang memiliki utang dengan melakukan qadha puasa Ramadhan.

Para ulama sepakat secara Ijma’ bahwa orang yang diwajibkan mengqadha’ puasanya harus melakukannya setelah bulan Ramadhan hingga sebelum menjelang Ramadhan selanjutnya. Serta diharamkan melakukan qadha puasa di hari-hari yang diharamkan.

Puasa Qadha Ramadhan sebaiknya dilakukan sesegera mungkin, namun jika belum sempat menunaikan qadha’ puasa, maka bulan Sya’ban merupakan batas akhir untuk membayar hutang puasa tersebut.

Dilansir dari buku Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah karya Ustaz Hanif Luthfi Lc, banyak orang yang punya utang Puasa Ramadhan berniat menggantinya pada hari-hari atau bulan tertentu seperti Puasa Rajab, Dzulhijjah, Muharram, Dzulqa'dah maupun dengan Puasa Senin-Kamis dan Puasa Ayyamul Bidh.

Sayyid Bakri dalam Kitab I‘anatut Thalibin menerangkan orang yang berpuasa pada hari-hari tertentu yang sangat dianjurkan untuk dipuasakan akan mendapatkan keutamaan sebagai mereka yang berpuasa sunnah pada hari tersebut, meskipun niatnya adalah qadha puasa atau puasa nazar.

Nah, berikut ini niat puasa syawan sekaligus qadha ramadhan bagi yang ingin menjalankannya untuk melunasi utang puasa wajib.

Niat Puasa Qadha Ramadhan dan Puasa Ayyamul Bidh

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ وَسُنَّةِ
ايام البيض ِللهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu Shauma Ghadin 'An Qadha'i Fardi Syahri Ramadhana wa sunnati ayyamul biidh lillaahi Ta'Ala.

Artinya: “Saya berniat melakukan puasa besok untuk mengqadha kewajiban puasa di bulan Ramadhan dan sunah puasa ayyamul bidh karena Allah Ta’ala.”

Niat harus dilakukan pada malam harinya atau saat makan sahur. Syarat ini mendasarkan pada Hadits Rasulullah SAW.

 “من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له”- 

"Siapa yang tidak menetapkan niat sebelum fajar, maka tiada puasa baginya".

Tata Cara Puasa Ganti Ramadhan

1. Membaca Niat Puasa

Membaca niat merupakan syarat sah puasa. Tanpa niat, ibadah yang dijalani akan sia-sia. Berbeda dengan puasa sunnah, niat puasa qadha Ramadhan harus dilakukan pada malam hari hingga sebelum fajar atau bersamaan dengan makan sahur.  

2. Makan Sahur

Salah satu sunnah puasa yakni makan sahur. Sebab, dalam sahur ada keberkahan dan mendapat pahala. Namun tidak masalah jika tidak sahur karena lupa ketiduran. 

Imam Ibn Hajar rahimahullah menjelaskan tentang keberkahan dalam sahur, ditinjau dari berbagai sisi, sebagai berikut :
- Mengikuti sunnah Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
- Pembeda dengan puasa ahli kitab, berdasarkan hadits dari Amru bin Al Ash dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda, “Pembeda antara puasa kita dengan puasanya Ahli Kitab ialah makan sahur” (HR. Muslim).
- Menguatkan badan dalam melaksanakan ibadah puasa.

3. Menahan Diri dari yang Membatalkan Puasa

Agar puasa Senin Kamis yang dijalankan tidak sia-sia harus bisa menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa antara lain makan, minum, bersenggama, dan hal-hal lainnya yang dapat membatalkan puasa. 

4. Memperbanyak amal ibadah

Selain menghindari hawa nafsu, dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah saat melakukan puasa mutih baik dengan membaca Al Quran, berdzikir maupun sholawat.

5. Membaca Doa

Doa orang puasa itu mustajab. karena itu, dianjurkan untuk berdoa kepada Allah SWT agar hajat yang akan dilakukan bisa dikabulkan dan berjalan sesuai yang dikehendaki Allah SWT.

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allahumma Innaka 'afuwwun tuhibbul'afwa fa'fu 'annii

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf suka memberi maaf, maka maafkanlah daku".

6. Menyegerakan Berbuka Puasa

Jika waktu magrib tiba, dianjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa. 

Berikut doanya

اللَّهُمَّ لَك صُمْت وَبِك آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ، ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إنْ شَاءَ اللَّهُ .

Allahumma laka shumtu wabika aamantu wa 'ala rizqika afthartu dzahabadhdhomau wabtallatil 'uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.

Itulah ulasan bacaan niat puasa syaban sekaligus qadha Ramadhan untuk diamalkan bagi umat Islam yang masih memiliki utang puasa wajib.

Wallahu A'lam

Topik Menarik