Kebobolan 15 Gol, Persebaya Fokus Perbaiki Pertahanan jelang Lawan Persita
SURABAYA, iNews.id – Persebaya Surabaya fokus membenahi lini belakang jelang menghadapi Persita Tangerang. Pelatih Bernardo Tavares menaruh perhatian besar pada koordinasi pertahanan, terutama saat tim kehilangan bola. Evaluasi ini dilakukan dalam sesi latihan terbaru.
Persebaya akan menghadapi Persita Tangerang dalam lanjutan Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu (4/4/2026).
Sejak menangani tim pada 10 Januari, Tavares mencatatkan empat kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan. Catatan tersebut menunjukkan performa kompetitif, meski belum sepenuhnya stabil.
Dari sisi serangan, Persebaya tampil cukup produktif dengan torehan 15 gol. Namun, ketajaman tersebut tidak diimbangi dengan soliditas pertahanan.
Dalam periode yang sama, gawang Persebaya juga kebobolan 15 gol. Angka ini menunjukkan keseimbangan antara menyerang dan bertahan belum berjalan optimal.
Evaluasi Usai Kekalahan Telak
Masalah lini belakang terlihat jelas saat Persebaya kalah 1-5 dari Borneo FC Samarinda pada 7 Maret lalu. Kekalahan itu menjadi bahan evaluasi utama tim pelatih.
“Target kami adalah memperbaiki kesalahan pada pertandingan terakhir. Kami memerlukan pemain dengan keseimbangan defensif yang baik agar tidak dirugikan lagi karena penempatan posisi sebelumnya kurang tepat,” ujar Tavares, dikutip dari iLeague.
Tavares menegaskan fokus latihan saat ini diarahkan pada perbaikan garis pertahanan dan pola bermain saat transisi. Dia ingin tim mampu menjaga struktur permainan dengan lebih baik.
Menurut dia, kelemahan utama terjadi saat menghadapi serangan balik lawan. Situasi tersebut kerap dimanfaatkan untuk menciptakan peluang berbahaya.
“Kami menyusun prinsip garis pertahanan dan juga skema menyerang, termasuk saat menguasai bola. Keseimbangan ini harus lebih baik karena kami kebobolan dari proses serangan balik,” kata dia.
Selain sektor pertahanan, Tavares tetap memberi perhatian pada lini serang. Dia ingin tim tetap efektif saat menguasai bola untuk menjaga tekanan terhadap lawan.
Dia berharap seluruh pemain, termasuk Reva Adi, mampu memahami instruksi taktik dengan baik. Disiplin posisi dan pemahaman ruang menjadi kunci peningkatan performa tim.
Apesnya Marc Marquez di MotoGP Thailand 2026: Kena Penalti hingga Gagal Finis karena Pecah Ban!
Dengan pembenahan tersebut, Persebaya diharapkan tampil lebih stabil saat menghadapi Persita. Laga ini menjadi momen penting untuk menunjukkan hasil evaluasi yang telah dilakukan.










