3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Uni Eropa Kutuk Serangan dan Desak Penyelidikan
BRUSSELS, iNews.id - Uni Eropa mengutuk serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian UNIFIL di Lebanon yang menewaskan tiga prajurit TNI serta melukai lima personel lainnya.
Juru Bicara Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri Anouar El Anouni mendesak penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut.
"Kami sebagai Uni Eropa mengutuk serangan yang mengakibatkan gugurnya pasukan penjaga perdamaian UNIFIL dan melukai beberapa lainnya. Kami juga mengutuk serangan yang menargetkan kontingen Prancis dalam beberapa hari terakhir," katanya, dikutip dari Sputnik, Selasa (31/3/2026).
Dia mendukung langkah PBB yang menyerukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap fakta di balik serangkaian serangan tersebut.
"Serangan-serangan ini merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional, sama sekali tidak bisa diterima dan harus segera dihentikan," ujarnya.
Dia menegaskan kembali dukungan kuat Uni Eropa kepada UNIFIL dengan menyebutnya sebagai kekuatan fundamental bagi stabilisasi Lebanon.
Bobol Gawang NEC Nijmegen, Bek Timnas Indonesia Justin Hubner Selebrasi ala Cristiano Ronaldo!
Seorang prajurit TNI gugur akibat serangan artileri Israel di Lebanin Selatan pada Minggu (29/3/2026). Serangan itu juga melukai tiga personel TNI lainnya.
Keesokan hari, dua prajurit TNI juga gugur setelah kendaraan mereka terkena bom di dekat Bani Hayyan. Serangan itu juga melukai dua prajurit lainnya.
Para prajurit tersebut terkena bom saat menjemput rekan-rekan mereka yang menjadi korban serangan sebelumnya.










