Francesco Bagnaia Panik! Ducati Makin Tertinggal dari Aprilia di MotoGP 2026
AUSTIN, iNews.id - Francesco Bagnaia mengakui dominasi Aprilia Racing di MotoGP 2026. Situasi ini membuat Ducati dalam tekanan besar setelah tiga seri awal musim berjalan.
Performa Aprilia Racing langsung mencuri perhatian sejak awal musim. Tim tersebut tampil konsisten dan tak terbendung dalam tiga balapan pembuka yang digelar di Thailand, Brasil, dan Amerika Serikat.
Marco Bezzecchi menjadi sosok paling bersinar. Pembalap Aprilia Racing itu sukses meraih kemenangan beruntun di tiga seri tersebut. Hasil impresif ini menempatkan dia di puncak klasemen sementara MotoGP 2026.
Di sisi lain, Jorge Martin yang menjadi rekan setim Bezzecchi juga tampil solid. Dia finis sebagai runner-up dalam dua balapan terakhir di Brasil dan Amerika Serikat, memperkuat dominasi Aprilia di papan atas.
Situasi ini membuat Bagnaia mulai khawatir. Dia menilai perkembangan Aprilia Racing musim ini sangat signifikan hingga sulit dikejar oleh para rival, termasuk Ducati.
"Aprilia telah membuat langkah maju yang besar tahun ini; mereka telah banyak berkembang," kata Bagnaia dilansir dari Crash, Selasa (31/3/2026).
Dia juga menyoroti keunggulan teknis yang dimiliki Aprilia, terutama dalam menjaga performa ban saat balapan berlangsung dalam kecepatan tinggi.
“Yang membuat perbedaan adalah mereka tidak mengalami keausan ban meskipun melaju dengan kecepatan tinggi. Aprilia unggul, dan cukup jauh di depan," tambahnya.
Ducati Belum Menemukan Jawaban
Hingga saat ini, dua pembalap utama Ducati belum mampu menembus tiga besar klasemen sementara. Marc Marquez yang berstatus juara bertahan berada di posisi kelima, sedangkan Bagnaia masih tertahan di peringkat kesembilan.
Pada seri terakhir di Amerika Serikat, Bagnaia dan Marquez sebenarnya berusaha keras menghentikan laju Aprilia Racing. Namun hasil di lintasan berkata lain.
Bagnaia hanya mampu finis di posisi ke-10, sementara Marquez menutup balapan di urutan kelima. Hasil ini semakin menegaskan jarak performa yang mulai melebar.
Bagnaia juga mengungkap kesulitan yang dia alami saat balapan berlangsung, terutama di lap-lap akhir yang krusial.
"Saya hanya mencoba sedikit memacu diri dengan empat lap tersisa untuk menjaga Marc dan Enea tetap di belakang, tetapi dua lap terakhir adalah mimpi buruk karena saya berisiko mengalami kecelakaan," tutur Bagnaia.
“Begitu saya sedikit condong ke sisi kanan, saya kehilangan kendali, dan saya mulai mencatatkan waktu putaran 2 menit 5 detik, jadi sangat lambat," pungkasnya.
Dominasi Aprilia Racing dalam tiga seri awal musim menjadi sinyal serius bagi Ducati. Jika situasi ini terus berlanjut, persaingan MotoGP 2026 berpotensi dikuasai satu tim sejak awal.










