Kakek di Bekasi Disiram Air Keras saat Hendak Salat Subuh, Korban Luka Bakar 70 Persen

Kakek di Bekasi Disiram Air Keras saat Hendak Salat Subuh, Korban Luka Bakar 70 Persen

Nasional | inews | Selasa, 31 Maret 2026 - 15:13
share

BEKASI, iNews.id — Aksi kejahatan penyiraman air keras kembali menghantui warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Seorang kakek menjadi korban serangan orang tak dikenal saat hendak berangkat menunaikan ibadah salat subuh di Perumahan Bumi Sani Permai, Desa Setia Mekar, Tambun Selatan, Senin (30/3/2026) dini hari. 

Berdasarkan rekaman kamera CCTV di lokasi kejadian, peristiwa tragis itu terjadi secara tiba-tiba. Korban yang tengah berjalan kaki menuju musala dibuntuti oleh dua orang pelaku yang berboncengan sepeda motor dan mengenakan helm tertutup.

Tanpa basa-basi, pelaku langsung menyiramkan cairan air keras ke arah tubuh korban dan seketika melarikan diri dari lokasi. Warga sekitar menyebut bahwa pelaku sempat terlihat berputar-putar di sekitar komplek perumahan untuk mengamati gerak-gerik korban sebelum beraksi.

"Pelaku dua orang pakai satu motor, helmnya tertutup rapat. Mereka sepertinya sudah memantau korban dari tadi," ujar Jefi Samhadi, salah seorang warga setempat, Selasa (31/3/2026).

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bakar yang sangat serius di sekujur tubuhnya. Tim medis memperkirakan luka bakar yang diderita mencapai 70 persen. Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Warga setempat mengungkapkan bahwa aksi teror serupa bukan kali pertama terjadi di wilayah tersebut. Sebelumnya, dua unit mobil milik warga juga pernah menjadi sasaran penyiraman zat kimia. Kejadian ini membuat warga merasa resah dan takut untuk keluar rumah, terutama pada malam dan dini hari.

"Kami sangat khawatir, apalagi sekarang sasarannya orang, bukan cuma benda lagi. Kami berharap polisi segera menangkap pelakunya agar lingkungan kembali aman," kata Rahmat, warga lainnya.

Petugas Polres Metro Bekasi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta bukti rekaman CCTV. 

Petugas kini tengah melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku guna mengungkap motif di balik aksi kejahatan yang meresahkan ini.

Topik Menarik