Pesan Terakhir Sertu M Nur Ichwan Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Istri Ungkap Kisah Haru
MAGELANG, iNews.id - Prajurit TNI gugur di Lebanon, Sertu Muhammad Nur Ichwan, meninggalkan kisah haru bagi keluarga, terutama sang istri Hana Dita Anjani. Pesan terakhir yang dikirim sebelum kejadian menjadi kenangan mendalam.
Hana Dita Anjani mengungkapkan tidak memiliki firasat sebelum kejadian. Namun, dia mengingat pesan terakhir yang dikirim suaminya sehari sebelum insiden.
"Firasat itu nggak, karena saya selalu berpikir positif untuk suami saya. Tapi suami saya kemarin, malam sebelum kejadian ini, sempat kirim pesan panjang ucapan terima kasih menjadi istri, menjadi ibu, mungkin itu aja," ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Dia juga mengenang perjalanan tugas suaminya sejak menjadi prajurit TNI.
"Suami saya berdinas sejak 2019. Terakhir datang waktu saya lahiran anak pertama Agustus 2025," katanya.
Menurut dia, almarhum adalah sosok suami yang baik dan penyayang.
"Suami saya sangat baik, penyayang, sayang keluarga," ujarnya.
Kevin Diks Tembus Skuad Terbaik Bundesliga 2025-2026 Pekan 24, Bersanding dengan Harry Kane!
Sertu Muhammad Nur Ichwan, prajurit TNI yang gugur di Lebanon ini meninggalkan seorang istri dan anak yang masih berusia 7 bulan. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.
Sementara itu, pantauan rumah duka di Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah terus didatangi pelayat. Karangan bunga ucapan belasungkawa tampak berjajar di depan rumah. Keluarga dan warga sekitar terlihat larut dalam kesedihan atas kepergian prajurit TNI gugur di Lebanon tersebut.
Sertu Muhammad Nur Ichwan merupakan bagian dari Satgas Kontingen Garuda UNIFIL. Dia gugur saat menjalankan tugas di tengah meningkatnya konflik di Lebanon selatan.
Kapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menyebut dua prajurit TNI gugur dalam insiden tersebut.
“Gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan,” ucap Aulia.
Dia menjelaskan, insiden terjadi saat tim escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL melaksanakan pengawalan konvoi di wilayah penugasan.
“Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, di mana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI,” tuturnya.
Selain korban meninggal, dua prajurit lainnya mengalami luka dan kini dirawat di Rumah Sakit St George Beirut, Lebanon.
TNI memastikan terus meningkatkan kewaspadaan dalam setiap misi. Sementara itu, UNIFIL masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.










