Panik Isu Harga BBM Bakal Naik 1 April, Warga Jember Serbu SPBU hingga Picu Antrean
JEMBER, iNews.id – Gelombang kepanikan melanda warga Kabupaten Jember, Jawa Timur. Antrean panjang kendaraan terlihat mengular di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah tersebut, Senin (30/3/2026).
Warga berbondong-bondong menyerbu SPBU untuk berburu BBM sebelum harga resmi dinaikkan pemerintah pada 1 April 2026 mendatang.
Pantauan di SPBU Jalan Ahmad Yani, Jember, menunjukkan deretan mobil dan motor yang memanjang hingga ke bahu jalan. Para pengendara mengaku rela mengantre hingga berjam-jam demi mendapatkan BBM dengan harga normal sebelum terdampak kenaikan.
Endang, salah seorang warga yang ikut mengantre, mengatakan sengaja datang lebih awal untuk memastikan tangki mobilnya terisi penuh.
"Sengaja beli sekarang supaya punya stok cukup di mobil dengan harga yang masih normal. Kalau sudah tanggal satu kan pasti lebih mahal, jadi lumayan selisihnya buat kebutuhan lain," ujar Endang, Senin (30/3/2026).
Kenaikan harga BBM ini diduga kuat merupakan dampak langsung dari eskalasi perang antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat yang kian memanas. Konflik ini telah mengganggu stabilitas pasokan energi dunia, terutama di jalur vital perdagangan minyak.
Pembatasan akses di Selat Hormuz bagi kapal-kapal tertentu menjadi pemicu utama meroketnya harga minyak mentah dunia.
Selat Hormuz merupakan jalur krusial yang dilalui oleh sebagian besar kapal tanker pengangkut energi global menuju berbagai negara, termasuk Indonesia.
Antisipasi Kelangkaan
Selain faktor harga, warga juga mengkhawatirkan potensi kelangkaan stok jika distribusi terhambat akibat situasi geopolitik yang tidak menentu. Pihak pengelola SPBU di Jember mengimbau warga untuk tetap tertib dan tidak melakukan aksi borong (panic buying) yang berlebihan agar seluruh masyarakat tetap mendapatkan akses BBM secara merata.










