Kisah Haru Ayah Praka Farizal Prajurit TNI asal Kulonprogo yang Gugur di Lebanon

Kisah Haru Ayah Praka Farizal Prajurit TNI asal Kulonprogo yang Gugur di Lebanon

Nasional | inews | Senin, 30 Maret 2026 - 15:42
share

KULONPROGO, iNews.id – Kepergian Praka Farizal Rhomadhon menyisakan duka yang teramat dalam bagi sang ayah, Senam, dan warga Lendah, Kabupaten Kulonprogo, DIY. 

Prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) ini gugur setelah pos penjagaannya di Lebanon Selatan dihantam proyektil pada Minggu (29/3/2026).

Sang ayah, Senam, beserta keluarga dan kerabat pun tak kuasa menahan tangis  saat menerima konfirmasi kabar duka tersebut. Rumah duka kini dipenuhi pelayat yang datang memberikan penghormatan terakhir bagi sang prajurit.

Di mata keluarga dan tetangga, Praka Farizal dikenal sebagai sosok yang ramah, berjiwa sosial tinggi, dan kepala keluarga yang sangat dedikatif. Almarhum meninggalkan seorang istri dan satu orang anak yang masih kecil.

"Anak saya memulai pengabdian di TNI tahun 2016, tugas pertamanya di Aceh. Dalam satu tahun terakhir, dia mendapat kepercayaan tugas mulia menjadi pasukan perdamaian PBB di Lebanon," tutur Senam, ayah almarhum, dengan nada lirih, Senin (30/3/2026).

Praka Farizal Rhomadhon merupakan bukti nyata darma bakti prajurit asal Kulonprogo bagi negara dan perdamaian dunia. Hingga saat ini, pihak keluarga dan warga sekitar masih menanti informasi resmi terkait proses pemulangan jenazah pahlawan devisa tersebut ke tanah air.

Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi korps TNI serta masyarakat Kulonprogo. Pengabdian terakhirnya di medan tugas internasional akan selalu dikenang sebagai dedikasi tertinggi bagi kemanusiaan.

Berdasarkan pernyataan resmi UNIFIL, Praka Farizal gugur setelah proyektil menghantam salah satu pos penjagaan di dekat Desa Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan. 

Insiden tragis di tengah pertempuran antara Israel dan Hizbullah tersebut juga menyebabkan satu personel TNI lainnya mengalami luka kritis.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, melalui akun resminya mengutuk keras serangan tersebut dan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban di Indonesia.

Topik Menarik