Sadis! Pemuda Ngamuk di Grobogan Bacok 8 Orang, 1 Tewas

Sadis! Pemuda Ngamuk di Grobogan Bacok 8 Orang, 1 Tewas

Nasional | inews | Senin, 30 Maret 2026 - 15:22
share

GROBOGAN, iNews.id- Seorang pemuda bernama Priyanto mengamuk dan membacok warga di Desa Sengon Wetan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Akibat kejadian tersebut, delapan orang menjadi korban, satu di antaranya tewas.

Peristiwa terjadi pada Minggu (29/3/2026) sore ketika pelaku mendobrak rumah milik Mbah Abu (71). Saat itu, korban bersama keluarganya berusaha menyelamatkan diri ke dalam rumah. 

Pelaku yang merupakan tetangga korban berhasil masuk setelah menendang pintu hingga terbuka. Pelaku kemudian mengejar penghuni rumah dan mengayunkan parang secara membabi buta. 

Teriakan minta tolong terdengar dari dalam rumah, sementara korban berlarian dalam kondisi terluka akibat sabetan senjata tajam.

Setelah keluar dari rumah tersebut, ayah pelaku, Suroto berusaha menghentikan anaknya menggunakan bilah bambu. Dia bahkan sempat memeluk pelaku, namun justru menjadi korban bacokan di bagian punggung, pundak dan pinggul.

Aksi brutal pelaku berlanjut di jalan. Menurut warga, pelaku menyerang siapa saja yang ditemui, hingga membuat warga panik dan berlarian menyelamatkan diri. 

Sepeda motor juga sempat dibawa pelaku sejauh sekitar 100 meter sebelum ditinggalkan. Pelaku juga sempat menyerang dua warga lanjut usia (lansia) di teras rumah. Beruntung, keduanya hanya mengalami luka ringan.

Aksi pelaku akhirnya berhasil dihentikan setelah empat warga mengepung dan menjatuhkannya. Pelaku kemudian diikat dan diserahkan ke polisi.

Dalam kejadian ini, enam orang mengalami luka bacok serius di bagian kepala dan leher, sementara dua lainnya luka ringan. Seluruh korban dilarikan ke RSUD Dokter Soedjati Purwodadi untuk mendapatkan perawatan. 

Salah satu korban, Mbah Abu tewas setelah sempat menjalani perawatan.

Kapolsek Kradenan, AKP Edi Sutarjo mengatakan bahwa pelaku telah ditangkap dan akan menjalani pemeriksaan kejiwaan di RSUD Dokter Soedjati. 

"Telah terjadi penganiayaan berat yang menyebabkan satu orang meninggal," ujar AKP Edi.

Berdasarkan keterangan sementara, pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan yang kerap kambuh. Jenazah korban telah dimakamkan di desa setempat. 

Hingga kini, sejumlah korban luka berat masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan psikologis untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku.

Topik Menarik