Korea Utara Uji Coba Mesin Rudal Baru, Bisa Jangkau AS Bawa Hulu Ledak Lebih Banyak

Korea Utara Uji Coba Mesin Rudal Baru, Bisa Jangkau AS Bawa Hulu Ledak Lebih Banyak

Berita Utama | inews | Minggu, 29 Maret 2026 - 11:37
share

SEOUL, iNews.id - Korea Utara (Korut) menguji coba mesin roket baru berbahan bakar padat. Uji coba mesin yang lebih bertenaga itu disaksikan langsung oleh pemimpin Korut Kim Jong Un. Tidak diketahui pasti kapan dan di mana uji coba dilakukan.

Kantor berita pemerintah Korut, KCNA, melaporkan Kim menyaksikan langsung uji coba mesin baru yang telah ditingkatkan kemampuannya menggunakan material komposit serat karbon itu. Daya dorong maksimum mesin tersebut menjadi 2.500 kiloton, naik dari sekitar 1.971 kiloton yang dilaporkan dalam uji coba mesin berbahan bakar padat serupa pada September 2025.

Kim memuji mesin tersebut sebagai perkembangan signifikan untuk meningkatkan kemampuan militer strategis Korut dalam menghadapi konflik melawan Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya di kawasan.

Dia mengatakan, uji coba mesin terbaru itu menempatkan kekuatan militer Korut pada tingkat level yang lebih tinggi lagi. Uji coba itu juga menunjukkan Kim ingin memperbesar dan memodernisasi persenjataan rudal yang mampu mencapai daratan AS.

Peningkatan kemampuan mesin tersebut kemungkinan terkait dengan upaya untuk menempatkan lebih banyak hulu ledak pada satu rudal, sehingga meningkatkan peluang mengalahkan pertahanan AS.

Kim sebelumnya menyampaikan pidato, berjanji untuk secara permanen memperkuat status negara Korut sebagai kekuatan nuklir. Dia juga menuduh AS melakukan aksi terorisme dan agresi negara, tampaknya merujuk pada serangan terhadap Iran.

KCNA melaporkan, uji coba tersebut merupakan bagian dari program lima tahunan. Tujuannya untuk meningkatkan dan memperarui kemampuan serangan strategis.

Serangan yang dimaksud dipahami menggunakan rudal balistik antarbenua (ICBM) berkemampuan nuklir yang menargetkan daratan AS.

Dalam beberapa tahun terakhir, Korut menguji tembak berbagai ICBM yang menunjukkan potensi jangkauan mencapai daratan AS, termasuk rudal berbahan bakar padat yang sulit dideteksi musuh.  Rudal berbahan bakar cair memiliki kelemahan, di antaranya harus diisi bahan bakar terlebih dulu sebelum diluncurkan.

Topik Menarik