Dampak One Way di Tol, Jalur Arteri Pantura Cirebon Macet hingga 5 Km
CIREBON, iNews.id – Pemberlakuan sistem satu arah (one way) di ruas tol berdampak besar terhadap arus lalu lintas di jalur Pantura Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (28/3/2026) pagi. Kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa membeludak hingga menyebabkan kemacetan panjang.
Arus lalu lintas bahkan hanya bisa bergerak merayap sepanjang kurang lebih 5 kilometer dengan kecepatan rata-rata sekitar 10 km per jam.
Kepadatan kendaraan terjadi mulai dari kawasan Tegal Karang hingga Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. Berbagai jenis kendaraan seperti mobil pribadi, sepeda motor, hingga bus terjebak antrean panjang. Bahkan, di beberapa titik kendaraan nyaris tidak bergerak akibat saling mendahului saat kondisi macet.
Lonjakan volume kendaraan ini dipicu oleh penerapan sistem one way di dalam tol. Akibatnya, kendaraan yang mengarah ke Jawa terpaksa keluar dan menumpuk di jalur arteri Pantura.
Situasi semakin diperparah oleh masih tingginya arus pemudik yang melanjutkan perjalanan ke kampung halaman.
Kemacetan kian menjadi-jadi akibat banyaknya kendaraan yang parkir liar di badan jalan, khususnya di sekitar akses masuk Gerbang Tol Tegal Karang, Palimanan.
Kondisi ini mempersempit ruas jalan dan memperlambat laju kendaraan secara signifikan.
Sejumlah pemudik memilih berhenti dan menunggu Tol Palikanci dibuka kembali. Namun hingga saat ini, belum ada kepastian kapan akses tol tersebut akan kembali normal.
Salah satu pemudik, Syahroni, mengaku tetap melanjutkan perjalanan meski kondisi tidak menentu.
"Saya pilih lanjut saja karena belum tahu kapan mau dibukanya tol, karena belum tahu jadwalnya, situasional kan. Saya dengan keluarga dari Jakarta mau ke arah Surabaya," ujarnya, Sabtu (28/3/2026).
Petugas kepolisian yang disiagakan di kawasan Pantura Tegal Karang terus berupaya mengurai kemacetan. Petugas juga terlihat menarik kendaraan yang parkir sembarangan serta mengimbau pengendara untuk tidak berhenti di badan jalan.
Hingga saat ini, arus kendaraan menuju arah timur Jawa masih terpantau padat merayap. Diperkirakan, kepadatan akan terus terjadi selama sistem one way di ruas tol masih diberlakukan.









