John Herdman Bedah Kekuatan Saint Kitts and Nevis, Timnas Indonesia Diminta Waspada
JAKARTA, iNews.id - John Herdman membedah kekuatan Timnas Saint Kitts and Nevis jelang duel semifinal FIFA Series 2026. Dia meminta Timnas Indonesia harus waspada.
Pelatih Timnas Indonesia itu menegaskan Skuad Garuda harus ekstra waspada menghadapi tim asal Karibia tersebut. Pertandingan akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pada Jumat (27/3/2026).
Herdman bukan sosok asing bagi Saint Kitts and Nevis. Dia pernah menghadapi tim tersebut saat masih melatih Timnas Kanada dalam ajang Liga Nasional CONCACAF musim 2018-2019.
Dalam pertemuan itu, dia membawa Kanada menang tipis 1-0. Pengalaman tersebut membuatnya memahami karakter permainan lawan.
Dia menilai pertandingan saat itu berjalan sangat sulit meski berakhir dengan kemenangan. Pengalaman tersebut menjadi acuan penting dalam mempersiapkan Timnas Indonesia.
"Dia pernah menghadapi Saint Kitts dan Nevis pada 2019 dan mengakui pertandingan berlangsung sulit, dengan kemenangan tipis 1-0," ujar dia kepada awak media di Stadion Madya, Jakarta, Selasa (24/3/2026).
Waspadai Kecepatan dan Serangan Balik
Herdman menilai kekuatan Saint Kitts and Nevis saat ini tidak banyak berubah dibanding sebelumnya. Namun, kehadiran pelatih baru menjadi faktor yang sulit diprediksi.
Dia menyebut tim lawan masih memiliki karakter permainan yang serupa, tetapi pendekatan taktik bisa berbeda karena pergantian pelatih.
"Dia menilai tim tersebut masih memiliki karakter pemain yang serupa, tetapi dengan pelatih baru, pendekatan permainan bisa berbeda sehingga sulit diprediksi," kata dia.
Berdasarkan hasil analisis tim pelatih, Saint Kitts and Nevis memiliki kekuatan utama pada transisi cepat, fisik, serta kecepatan pemain.
Gaya bermain direct atau langsung ke depan juga menjadi ciri khas yang harus diantisipasi oleh Timnas Indonesia.
"Dia menjelaskan hasil analisis menunjukkan lawan memiliki kekuatan dalam transisi, fisik, kecepatan, serta gaya bermain langsung sehingga tim harus siap menghadapi serangan balik," ujar dia.
Meski fokus pada kekuatan lawan, Herdman tetap menekankan pentingnya identitas permainan Timnas Indonesia.
Dia meminta para pemain tetap mengutamakan gaya bermain sendiri sambil tetap waspada terhadap transisi cepat dari lawan.
"Dia menegaskan tim harus fokus pada identitas permainan sendiri sambil tetap memperhatikan potensi serangan balik lawan," ucap dia.
Di semifinal lainnya, Bulgaria akan menghadapi Kepulauan Solomon. Dua tim pemenang akan bertemu di partai final yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (30/3/2026).
Pertandingan ini menjadi ujian penting bagi Timnas Indonesia untuk menunjukkan kesiapan menghadapi lawan dengan karakter fisik dan kecepatan tinggi.










