Bantah Trump, Iran: AS yang Minta Negosiasi Akhiri Perang
TEHERAN, iNews.id - Pemerintah Iran membantah klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut pihaknya lebih dulu memohon negosiasi untuk mengakhiri perang. Hal yang tepat justru sebaliknya.
Trump menyebut negosiasi langsung antara kedua negara telah berlangsung. Namun, Teheran menegaskan justru pihak AS yang lebih dulu meminta pembicaraan untuk mengakhiri perang.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmaeil Baghaei menegaskan hingga kini tidak ada negosiasi langsung antara Teheran dengan Washington. Namun dia mengakui adanya komunikasi tidak langsung melalui sejumlah negara mediator.
Menurut Baghaei, Iran menerima pesan dari AS yang menunjukkan keinginan untuk membuka perundingan demi mengakhiri konflik. Pesan tersebut disampaikan melalui negara-negara sahabat dan telah ditanggapi sesuai prinsip kebijakan Teheran.
“Kami belum melakukan pembicaraan dengan AS. Selama beberapa hari terakhir, pesan telah diterima dari sejumlah negara sahabat mengenai tuntutan AS untuk pembicaraan yang bertujuan mengakhiri perang,” ujarnya, dikutip dari kantor berita IRNA, Rabu (25/3/2026).
Dia juga menegaskan, dalam komunikasi tidak langsung tersebut, Iran menyampaikan peringatan keras kepada AS terkait potensi dampak serius jika terjadi serangan terhadap infrastruktur penting negara itu.
Di tengah meningkatnya ketegangan, militer Iran disebut berada dalam kondisi siaga penuh untuk merespons setiap kemungkinan serangan dari AS maupun Israel secara cepat dan tegas.
Sementara itu, anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, menilai negosiasi dengan AS saat ini tidak ada gunanya. Dia bahkan menegaskan, pendekatan diplomasi tidak relevan dalam situasi konflik yang sedang berlangsung.
“Negosiasi dalam kondisi saat ini tidak rasional. Musuh hanya memahami bahasa kekuatan dan rudal,” tulisnya di media sosial X.










