Sosok Joe Kent, Pejabat Senior Intelijen AS yang Mundur gegara Menentang Perang Iran
JAKARTA, iNews.id - Joe Kent, direktur lembaga intelijen Amerika Serikat, Pusat Kontraterorisme Nasional, mengundurkan diri karena ketidaksetujuannya dengan perang melawan Iran.
Pekan lalu dia merilis salinan surat pengunduran diri di platform media sosial X, yang ditujukan kepada Presiden AS Donald Trump.
“Saya tidak bisa dengan hati nurani yang baik, mendukung perang yang sedang berlangsung di Iran,” tulis Kent.
“Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi negara kita, dan jelas bahwa kita memulai perang ini karena tekanan dari Israel dan lobi AS yang kuat.”
Pengunduran diri Kent menandai teguran paling menonjol terhadap upaya perang dari dalam pemerintahan Trump.
Namun masalah tak sampai di situ. Usai pengunduran dirinya, Biro Penyelidikan Federal (FBI) menyelidiki Kent atas tuduhan membocorkan rahasia negara.
Dalam pernyataan terbarunya saat kebaktian gereja di Washington, Kent menegaskan mengundurkan diri sebagai Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional karena menentang perang di Iran. Hati nuraninya berkata, dia tidak bisa mengirim orang-orang muda AS untuk mati di medan perang melawan negara asing.
Profil Joe Kent
Pria 45 tahun itu merupakan mantan personel Pasukan Khusus Angkatan Darat AS yang telah menyelesaikan 11 penugasan tempur, termasuk perang AS di Irak.
Istri pertamanya, Shannon Kent, seorang teknisi kriptografi Angkatan Laut AS, tewas di Suriah pada 2019 akibat serangan bom bunuh diri.
Setelah meninggalkan militer, Kent bekerja sebagai petugas paramiliter untuk Badan Intelijen Pusat (CIA) sebelum memulai karier politik.
Dia berkampanye sebagai kandidat Partai Republik mewakili wilayah barat daya Negara Bagian Washington di Kongres AS. Namun, dua kali percobaan pada 2022 dan 2024, dia dikalahkan oleh kandidat Partai Demokrat, Marie Gluesenkamp Perez.
Meski didukung Trump, Kent gagal dalam dua pemilu tersebut, salah satunya kontroversi yang melekat pada dirinya, termasuk membayar biaya konsultasi kepada anggota kelompok sayap kanan Proud Boys.
Kent menjabat sebagai kepala Pusat Kontraterorisme Nasional kurang dari 8 bulan. Pada Juli 2025, Senat memberikan suara mendukungnya dengan perolehan 52 melawan 44. Dukungan hanya didapatnya dari Partai Republik.










