Kisah Haru Nakhoda Kapal Cecep Ahmaydi, 25 Tahun Tak Pernah Lebaran Bersama Keluarga
CILEGON, iNews.id – Hari Raya Idul Fitri menjadi momen penuh kebahagiaan bagi banyak orang untuk berkumpul bersama keluarga. Namun, di tengah suka cita itu, ada sosok yang harus mengorbankan kebersamaan demi tugas dan tanggung jawab.
Dia adalah Cecep Ahmaydi (49), seorang nakhoda kapal yang sudah 25 tahun tidak pernah merasakan Lebaran bersama keluarganya. Demi memastikan para pemudik bisa sampai ke kampung halaman, dia tetap bertugas mengarungi laut di jalur penyeberangan Merak-Bakauheni.
“Saya di ASDP ini sudah 25 tahun, menjadi Nakhoda di tahun 2008 kurang lebih 17-18 tahun lah. Ya, kita pelayanan yang utama, karena memang tugas kita ini biar kita tidak berlebaran, yang penting para pemakai jasa bisa kita hantarkan ke seberang gitu untuk bisa berlebaran,” kata Cecep saat diwawancara di atas kapal KMP Sebuku, Sabtu (21/3/2026).
Bagi Cecep, mengantarkan pemudik saat hari raya merupakan bentuk profesionalitas dan tanggung jawab yang tidak bisa ditinggalkan. Dia mengaku sudah terbiasa menjalani Lebaran di tengah laut demi pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Ya, sebagai bentuk pelayanan kita sudah terbiasa memang tiap tahun kita tidak pernah melaksanakan hari raya bersama keluarga karena memang tugas kita ya bentuk pelayanan, untuk memberikan pelayanan terbaik untuk para pemakai jasa untuk menyeberang dari Merak menuju Bakauheni dan sebaliknya, demikian,” ujarnya
Meski terlihat tegar, rasa rindu kepada keluarga tetap tidak bisa dia hindari. Terlebih saat gema takbir berkumandang, kerinduan itu semakin terasa mendalam.
“Oh, pastinya seperti itu. Karena memang manusiawi kita tetap masih ada rasa kangen sama keluarga, untuk bisa berhari raya bersama keluarga,” ungkap dia.
Dia juga mengungkapkan bahwa anak-anaknya sering berharap bisa merayakan Lebaran bersama. Namun, tuntutan pekerjaan membuatnya harus tetap menjalankan tugas di laut.
“Pasti, pasti ada terutama dari anak-anak ya yang ingin memang kita kumpul di saat hari raya itu mungkin. Ya, memang ya secara intinya kita pengin gitu, ada kerinduan pengin untuk bisa berlebaran tapi karena memang tugas kita yang utama untuk bisa memberikan pelayanan itu tersendiri,” tutur Cecep.
Di balik pengorbanan besar itu, Cecep hanya berharap perjalanan para pemudik berjalan lancar dan selamat hingga tujuan. Dia juga berharap kondisi cuaca mendukung serta para pengguna jasa tetap tertib selama perjalanan.
“Harapannya ya kita bisa mengantarkan para pemudik khususnya harapannya cuaca juga baik-baik saja tidak ada kendala satu pun terus armada juga sehat terus para pemakai jasanya juga bisa tertib,” kata dia.










