Juru Bicara Garda Revolusi Iran Ali Mohammad Naini Tewas Diserang AS-Israel usai Tampil di TV
TEL AVIV, iNews.id - Iran kembali kehilangan tokoh penting militernya setelah juru bicara Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Ali Mohammad Naini, tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel. Kematian ini menambah daftar panjang pejabat tinggi Teheran yang tewas sejak perang memanas dalam beberapa pekan terakhir.
IRGC dalam pernyataan resmi mengatakan, Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naini, gugur dalam serangan yang disebut sebagai “aksi teroris pengecut dan kriminal” oleh pihak Amerika Serikat-Zionis, pada Jumat, 20 Maret 2026 dini hari. Naini, yang berusia 68 tahun, baru menjabat sebagai juru bicara IRGC sejak 2024.
Kematian Naini terjadi hanya beberapa jam setelah dia tampil di televisi nasional dan menegaskan Iran masih memiliki kemampuan penuh untuk memproduksi rudal, bahkan di tengah kondisi perang.
"Industri rudal kami layak mendapatkan nilai sempurna dan tidak ada kekhawatiran dalam hal ini, karena bahkan dalam kondisi perang pun kami terus memproduksi rudal," kata Naini, seperti dikutip oleh kantor berita Fars.
Pernyataan itu bertolak belakang dengan klaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sehari sebelumnya yang menyebut Iran sudah tidak lagi mampu memperkaya uranium maupun memproduksi rudal balistik. Di saat yang sama, militer Israel mengaku tengah menggencarkan serangan di wilayah timur Teheran, bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Persia, Nowruz, yang tahun ini bersamaan dengan Idulfitri.
Suasana di ibu kota Iran dilaporkan jauh dari perayaan. Jalanan Teheran disebut sepi tanpa aktivitas meriah seperti biasanya, menggambarkan ketegangan yang semakin meningkat akibat serangan bertubi-tubi.
Kematian Naini menjadi bagian dari gelombang pembunuhan terhadap pejabat tinggi Iran dalam waktu kurang dari tiga minggu. Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas pada hari pertama operasi militer gabungan AS-Israel pada 28 Februari, dan posisinya kini digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei.
Sejumlah tokoh penting lain juga dilaporkan tewas, termasuk Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Ali Larijani, yang tewas bersama putra dan beberapa asistennya. Kepala pasukan paramiliter Basij, Gholamreza Soleimani, serta Menteri Intelijen Esmail Khatib juga dikonfirmasi tewas dalam rentang waktu 48 jam yang sama.
Militer Israel juga mengklaim telah menewaskan Esmail Ahmadi, tokoh intelijen senior Basij, dalam serangan di Teheran awal pekan ini. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran terkait klaim tersebut.
Sementara Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth secara terbuka mengatakan, posisi pimpinan di IRGC atau Basij kini menjadi jabatan paling berbahaya di dunia.
Meski demikian, pejabat AS lainnya mengisyaratkan perbedaan tujuan antara AS dan Israel mulai terlihat. Direktur Intelijen Nasional AS Tulsi Gabbard menyebut, fokus Israel adalah melumpuhkan kepemimpinan Iran, sementara tujuan Amerika Serikat lebih pada menghancurkan kemampuan rudal balistik dan kekuatan angkatan laut Iran.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan, struktur politik negaranya tidak bergantung pada satu individu. "Keberadaan atau ketiadaan satu orang tidak akan memengaruhi sistem ini," ujarnya.










