Menkes Pastikan Seluruh Rumah Sakit Buka di Hari Raya Nyepi dan Lebaran, Layanan Darurat Siaga 24 Jam
JAKARTA, iNews.id – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap beroperasi penuh untuk melayani kasus gawat darurat selama libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, pada 20–24 Maret 2026. Kebijakan ini diambil untuk menjamin masyarakat tetap dapat mengakses layanan kesehatan penting selama masa liburan nasional.
Penegasan tersebut disampaikan Menkes saat meninjau kesiapan pelayanan di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, Senin (16/3). Kunjungan ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar pelayanan publik tetap berjalan optimal di tengah kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan periode libur nasional.
"Seluruh rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan, ada hampir 40 rumah sakit, selama liburan panjang ini sesuai arahan Bapak Presiden akan tetap beroperasi untuk semua tindakan emergensi,” kata Menteri Budi.
Periode Lebaran Diberlakukan WFA, Kemenhub Sebut Pengaturan Lalu Lintas Bisa Lebih Optimal
Dia menuturkan, berbagai layanan krusial seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), pemeriksaan CT Scan untuk pasien stroke, hingga operasi darurat akibat perdarahan karena kecelakaan tetap disiagakan selama 24 jam. Tenaga kesehatan beserta fasilitas penunjang juga telah dipersiapkan untuk memastikan penanganan cepat bagi pasien yang membutuhkan pertolongan segera.
Kementerian Kesehatan juga memperkuat kesiapsiagaan layanan kesehatan secara nasional guna mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode libur panjang. Secara keseluruhan, pemerintah menyiagakan 3.292 rumah sakit, 10.300 puskesmas, serta 119.372 Public Safety Center (PSC) di berbagai daerah.
Selain itu, sekitar 2.700 Pos Pelayanan Kesehatan akan diaktifkan di 31 provinsi. Pos layanan tersebut didukung oleh 51 Balai Kekarantinaan Kesehatan yang bertugas memantau kondisi kesehatan masyarakat dan mengantisipasi potensi kedaruratan kesehatan selama arus mudik dan libur panjang.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri PANRB Rini Widyantini mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam mengawasi kualitas pelayanan publik selama masa libur nasional. Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat penting untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan sesuai standar.
"Kami menyediakan portal melalui SP4N-LAPOR! serta Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) berbasis barcode yang tersedia di setiap fasilitas kesehatan. Masukan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi bagi kami dan Pak Menkes terhadap layanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan maupun rumah sakit," kata Rini.
Pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan yang tetap bertugas melayani masyarakat selama periode libur panjang. Dedikasi mereka dinilai sangat penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan di tengah meningkatnya kebutuhan layanan.










