Polisi Cari Sidik Jari dan DNA Pelaku Penyiram Aktivis KontraS lewat Wadah Air Keras dan Helm

Polisi Cari Sidik Jari dan DNA Pelaku Penyiram Aktivis KontraS lewat Wadah Air Keras dan Helm

Terkini | inews | Senin, 16 Maret 2026 - 18:35
share

JAKARTA, iNews.id - Polisi melakukan uji laboratorium forensik (Labfor) terhadap sejumlah barang bukti dalam kasus penyiraman air keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus. Diketahui, polisi mendapatkan wadah yang diduga digunakan untuk menampung air keras dan helm yang digunakan terduga pelaku.

“Saat ini kami sedang melakukan uji laboratorium forensik terhadap petunjuk yang ditemukan di tempat kejadian perkara berupa helm dan wadah yang diduga digunakan untuk tempat cairan kimia tersebut,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin, Senin (16/3/2026).

Iman berharap dari hasil uji labfor tersebut, pihaknya dapat mengungkap sidik jari hingga DNA para pelaku yang menempel di barang bukti yang diamankan.

“Kami sangat berharap nanti hasil dari uji laboratorium forensik tersebut, mudah-mudahan ditemukan sidik jari dari pelaku, kemudian juga DNA dari pelaku yang menempel di helm yang bersangkutan,” ujar dia.

Sementara itu, polisi menyampaikan pelaku diduga berjumlah empat orang dengan menggunakan dua motor.

“Diduga empat orang terduga pelaku yang menggunakan 2 sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini, kemudian mengikuti korban yang bergerak menuju Jalan Diponegoro dan selanjutnya ke arah Jalan Salemba 1," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (16/3/2026).

Iman menjelaskan, aksi penyiraman air keras itu terjadi di Jalan Salemba 1, tepatnya persimpangan Jalan Talang, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026) pukul 20.37 WIB. Polisi juga memperoleh rekaman CCTV untuk menyelidiki kasus ini.

“Puji syukur kita memperoleh rekaman CCTV dengan gambar yang cukup jelas sehingga ini sangat membantu di dalam proses penyelidikan dan penyidikan kami," ujarnya.

Dia mengungkapkan, satu motor yang ditumpangi OTK 1 dan OTK 2 ini kabur dengan melawan arus di Jalan Salemba menuju Pasar Senen. Pelaku kemudian ke Jalan Kramat Raya, Tugu Tani, ke arah Stasiun Gondangdia dan selanjutnya menuju wilayah Jakarta Selatan.

"Kemudian untuk yang satu kendaraan yang ditumpangi OTK 3 dan OTK 4, dari lokasi kejadian yang bersangkutan tidak berputar arah, tapi lurus menuju Jalan Pramuka Sari 2. Nah dari Jalan Pramuka Sari 2, selanjutnya menuju Matraman, dan dari Matraman termonitor dari CCTV menuju wilayah Jatinegara, selanjutnya ke Jalan Otto Iskandardinata Jakarta Timur," ungkapnya.

Topik Menarik