Jangan Cium Bayi saat Lebaran, Dokter Ingatkan Risiko Penularan Virus Pernapasan!

Jangan Cium Bayi saat Lebaran, Dokter Ingatkan Risiko Penularan Virus Pernapasan!

Gaya Hidup | inews | Senin, 16 Maret 2026 - 13:19
share

JAKARTA, iNews.id – Kebiasaan mencium bayi saat bersilaturahmi di momen Lebaran ternyata memiliki risiko kesehatan yang cukup serius. Apa risikonya? 

Dokter sekaligus epidemiolog dan ahli kesehatan lingkungan Griffith University Australia dr Dicky Budiman mengingatkan bahwa kontak sangat dekat seperti mencium bayi dapat mempermudah penularan berbagai virus pernapasan.

Menurut dia, saat seseorang mencium bayi, jarak antara wajah orang dewasa dan bayi menjadi sangat dekat. Kondisi ini memungkinkan droplet atau percikan dari mulut dan hidung berpindah langsung ke tubuh bayi.

"Ciuman menjadi kontak yang sangat dekat. Ini yang disebut dengan close respiratory exposure. Saat mencium bayi, jarak wajah sangat dekat sehingga droplet dari mulut atau hidung bisa langsung mengenai bayi," ujar dr Dicky saat diwawancarai iNews.id, Senin (16/3/2026).

Dia menjelaskan, bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang sehingga lebih rentan terhadap infeksi.

Penularan tidak hanya berasal dari satu penyakit tertentu. Dicky mengatakan, banyak virus pernapasan yang bisa berpindah melalui kontak dekat seperti ciuman.

"Ciuman pada bayi menjadi salah satu cara paling mudah menularkan virus pernapasan. Bukan hanya campak, tetapi juga influenza, Covid-19, RSV, bahkan herpes simplex," jelasnya.

Karena itu, imbauan untuk tidak mencium bayi saat momen Lebaran dinilai sebagai langkah pencegahan yang tepat. Apalagi pada masa silaturahmi, intensitas pertemuan dan kontak fisik antarorang biasanya meningkat.

Selain bayi, kelompok lain yang juga perlu mendapat perlindungan dari paparan penyakit menular adalah lansia dan ibu hamil karena termasuk kelompok rentan.

Jika Sakit, Jangan Keluar Rumah saat Lebaran

Dokter Dicky juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri untuk berkunjung jika sedang sakit. Menurut dia, langkah terbaik adalah beristirahat di rumah hingga kondisi benar-benar pulih.

"Kalau sedang sakit, jangan memaksakan diri untuk mengunjungi orang lain. Lebih baik istirahat dulu sampai sembuh," katanya.

Dengan menjaga jarak aman, menghindari kontak terlalu dekat dengan kelompok rentan, serta menunda kunjungan ketika sakit, masyarakat dapat tetap merayakan Lebaran dengan aman tanpa meningkatkan risiko penularan penyakit.

Topik Menarik