Gerakan Nurani Bangsa Desak Polri Usut Penyerangan Aktivis KontraS: Jangan Normalisasi Teror ke Pembela HAM

Gerakan Nurani Bangsa Desak Polri Usut Penyerangan Aktivis KontraS: Jangan Normalisasi Teror ke Pembela HAM

Terkini | inews | Sabtu, 14 Maret 2026 - 20:50
share

JAKARTA, iNews.id - Gerakan Nurani Bangsa (GNB) mengecam aksi penyerangan terhadap aktivis yang juga Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus. GNB memperingatkan, aksi teror tak boleh dinormalisasi.

"Menuntut Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut tuntas peristiwa penyerangan ini, menangkap pelaku dan memproses hukum agar korban memperoleh keadilan serta tidak membiarkan impunitas terjadi. Tidak membiarkan adanya normalisasi teror terhadap pembela HAM mengingat kejadian ini terus berulang tanpa penyelesaian yang adil dan transparan," tulis keterangan GNB, Sabtu (14/3/2026).

GNB menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya teror dan penyerangan terhadap pegiat hak asasi manusia tersebut.

"Semoga diberi kekuatan dan pemulihan untuk semua luka yang dialami," kata GNB.

Lebih lanjut, GBN meminta kepada negara dan aparat keamanan untuk memberikan jaminan perlindungan dan rasa aman kepada seluruh masyarakat. Termasuk mereka yang selama ini bersuara kritis dan ikut serta menjaga kualitas demokrasi dan pemenuhan hak asasi manusia.

"Sikap kritis masyarakat haruslah dilihat sebagai bentuk kecintaan akan masa depan bangsa Indonesia," tulis GNB.

Seperti diketahui, GNB terdiri atas berbagai tokoh bangsa seperti Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Omi Komariah Nurcholish Madjid, Quraish Shihab, KH Ahmad Mustofa Bisri, Ignatius Suharyo, Bhikkhu Sri Pannyavaro Mahathera, Jacklevyn Frits Manuputty (Jacky Manuputty), Amin Abdullah.

Lalu Komaruddin Hidayat, Slamet Rahardjo, dr Umar Wahid, Erry Riyana Hardjapamekas, Karlina Rohima Supelli, Gomar Gultom, Franz Magnis-Suseno, A Setyo Wibowo SJ, Laode M Syarif, Ery Seda, Lukman Hakim Saifuddin dan Alissa Wahid.

Topik Menarik