Bahlil Ungkap Perbandingan Waktu Impor BBM dari AS dan Timur Tengah: Selisih 20 Hari

Bahlil Ungkap Perbandingan Waktu Impor BBM dari AS dan Timur Tengah: Selisih 20 Hari

Terkini | inews | Sabtu, 14 Maret 2026 - 07:47
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan impor bahan bakar minyak (BBM) dari Amerika Serikat (AS) membutuhkan waktu yang lebih panjang dibanding dari Timur Tengah. Selisih waktu pengiriman minyak mentah dari kedua mencapai 20 hari. 

Bahlil menjelaskan, pengiriman minyak dari Timur Tengah memerlukan waktu 2-3 minggu paling lama untuk sampai ke Indonesia. Sementara, minyak impor dari AS memerlukan waktu pengiriman hingga 40 hari untuk bisa tiba di Tanah Air.

"Memang tantangannya adalah kalau dari Amerika lebih lama, mencapai 40 hari. Kalau dari Middle East (Timur Tengah) itu 2-3 minggu. Tetapi sekarang kita bikin kontrak jangka panjang," kata Bahlil dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta dikutip, Sabtu (14/3/2026).

Bahlil menjelaskan, total impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah mencapai 20 persen dari total impor minyak di Indonesia. Sementara, sisanya didapatkan dari sumber-sumber lain termasuk dari produksi dalam negeri.

"Jadi minyak mentahnya itu 20 persen memang dari Middle East. Sisanya kita dapat dari Angola, Nigeria, Brazil, kemudian sebagian Amerika, sebagian dari Malaysia. Jadi itu pun kita sudah dapat penggantinya," tuturnya.

Sebelumnya, pemerintah telah menyepakati perjanjian pembelian minyak dan gas (migas) dari Amerika Serikat hingga 15 miliar dolar AS atau setara Rp253 triliun. Kontrak ini merupakan hasil kesepakatan dagang antara Indonesia dengan AS. 

"Ada kesepakatan juga untuk melakukan impor gas (LPG) dan crude oil, nilainya 15 miliar dolar AS per tahunnya," kata Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani beberapa waktu lalu.

Topik Menarik