Mudik Lebaran 2026, Kemenag Siapkan 6.859 Masjid Ramah Pemudik 24 Jam
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Agama menyiapkan sebanyak 6.859 Masjid Ramah Pemudik yang tersebar di berbagai jalur mudik di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan memberi layanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan pulang kampung pada libur Lebaran 2026.
Program Masjid Ramah Pemudik diluncurkan dalam kegiatan kick off Ekspedisi Masjid Indonesia di Jakarta, Rabu (11/3/2026), yang dilepas Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i.
Program ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama memperluas fungsi masjid sebagai pusat pelayanan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wamenag mengatakan, Kementerian Agama ingin menghidupkan kembali peran masjid agar tidak hanya digunakan untuk kegiatan ibadah rutin, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kita ingin mengubah wajah masjid yang selama ini terkesan hanya dibuka untuk pelaksanaan salat lima waktu. Masjid harus kembali pada fungsinya memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Wamenag.
Ia menjelaskan, Kementerian Agama telah menyiapkan ribuan masjid di berbagai daerah untuk memberikan layanan bagi para pemudik yang melintasi jalur mudik nasional. “Kementerian Agama telah merumuskan layanan bagi para pemudik yang akan dilaksanakan oleh masjid-masjid di seluruh Indonesia, sebanyak 6.859 masjid,” katanya.
Menurut Wamenag, keberadaan masjid di sepanjang jalur mudik dapat menjadi tempat singgah yang aman dan nyaman bagi para musafir selama perjalanan menuju kampung halaman. “Masjid tidak hanya menjadi tempat salat, tetapi juga tempat singgah yang memberikan berbagai kemudahan bagi para pemudik,” katanya.
Layanan 24 Jam
Berbagai layanan disiapkan di masjid-masjid tersebut untuk mendukung kebutuhan pemudik. Di antaranya akses masjid dan musala yang dibuka selama 24 jam, area parkir, toilet bersih, ruang istirahat, layanan kesehatan untuk pertolongan pertama, serta ketersediaan air bersih.
Selain itu, pengelola masjid juga diharapkan menyediakan fasilitas pengisian daya baterai ponsel dan perangkat komunikasi, pusat informasi bagi pemudik, serta air minum dan makanan ringan.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengatakan, program Masjid Ramah Pemudik merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik.
“Ini merupakan bentuk kehadiran negara sekaligus layanan kami kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” ujar Abu Rokhmad.
Ia menambahkan, masjid-masjid yang terlibat dalam program tersebut berada di jalur mudik strategis dan telah dikoordinasikan dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama di berbagai daerah untuk memastikan kesiapan fasilitasnya.
Bisa Dipantau lewat Aplikasi
Untuk memudahkan masyarakat menemukan masjid selama perjalanan, Kementerian Agama juga menyediakan informasi lokasi masjid melalui aplikasi Pusaka Super Apps. Melalui aplikasi tersebut, pemudik dapat mencari masjid terdekat dari lokasi mereka sekaligus melihat rute perjalanan menuju tempat ibadah tersebut.
“Melalui aplikasi Pusaka, masyarakat dapat dengan mudah mencari masjid terdekat dari lokasi mereka sehingga tetap dapat beribadah dengan nyaman selama perjalanan,” kata Abu Rokhmad.
Selain masjid, berbagai rumah ibadah lintas agama juga membuka diri sebagai tempat singgah bagi para pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat selama perjalanan.
Menurut Abu Rokhmad, keterlibatan berbagai rumah ibadah tersebut menunjukkan semangat kepedulian dan kerukunan antarumat beragama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Rumah ibadah pada dasarnya bersifat terbuka dan inklusif. Melalui kolaborasi ini, masyarakat yang sedang melakukan perjalanan dapat memperoleh tempat singgah yang aman dan nyaman,” katanya.










