Gebrakan Baru! Coding dan AI Resmi Jadi Mata Pelajaran Pilihan SD hingga SMA

Gebrakan Baru! Coding dan AI Resmi Jadi Mata Pelajaran Pilihan SD hingga SMA

Terkini | inews | Kamis, 12 Maret 2026 - 14:45
share

JAKARTA, iNews.id – Dunia pendidikan Indonesia memasuki babak baru. Mulai tahun ajaran 2025–2026, mata pelajaran coding dan Artificial Intelligence (AI) resmi diperkenalkan sebagai mata pelajaran pilihan bagi siswa dari jenjang SD hingga SMA.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengungkapkan, kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan generasi muda menghadapi era digital yang semakin berkembang pesat.

"2025–2026 coding dan AI telah menjadi mata pelajaran pilihan mulai dari jenjang SD kelas 5, SMP dan SMA," ujar Abdul Mu’ti di Heritage Kemenko PMK, Kamis (12/3/2026).

Menurut dia, pemerintah telah menyiapkan tenaga pengajar dalam jumlah besar untuk mendukung implementasi program tersebut. Hingga saat ini, sebanyak 55.000 guru di seluruh Indonesia telah dilatih untuk mengajar dua mata pelajaran baru tersebut.

Tak hanya itu, penerapannya juga sudah menjangkau 38 persen satuan pendidikan di Indonesia.

"Kami sudah melatih 55.000 guru di seluruh Indonesia di semua jenjang dan juga sudah melibatkan 38 persen satuan pendidikan yang ada di Indonesia," kata dia.

Abdul Mu’ti menjelaskan, program pembelajaran coding dan AI masih terus dikembangkan. Pemerintah juga terus melakukan pelatihan bagi para guru agar jumlah tenaga pengajar semakin memadai.

Jika nantinya jumlah guru sudah mencukupi, bukan tidak mungkin coding dan AI akan ditetapkan sebagai mata pelajaran wajib di sekolah.

"Program terus berlangsung dan pelatihan guru juga terus berjalan sehingga nanti ketika jumlah guru sudah memenuhi, kami akan melangkah lebih lanjut, kemungkinan untuk memberlakukan coding dan AI sebagai mata pelajaran wajib," tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, pembelajaran coding akan dibagi ke dalam tiga klasifikasi utama. Pertama, coding unplugged atau pemrograman dasar tanpa komputer. Kedua, coding berbasis internet, seperti pemrograman web. Ketiga, coding berbasis permainan yang dapat dipelajari tanpa harus menggunakan komputer secara langsung.

Selain menyiapkan tenaga pengajar, pemerintah juga memperkuat infrastruktur pendukung pembelajaran digital di sekolah. Hingga kini, lebih dari 288.000 Interactive Flat Panel (IFP) atau layar interaktif telah didistribusikan ke berbagai sekolah di Indonesia.

Perangkat tersebut diharapkan mampu menunjang proses belajar coding dan AI sekaligus mempercepat program digitalisasi pendidikan nasional.

"Peralatan-peralatan itu juga bisa menjadi sarana yang mendukung keberhasilan pelaksanaan pembelajaran coding dan AI di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia," ujar Abdul Mu’ti.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap siswa Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan dan mengembangkan teknologi di masa depan.

Topik Menarik