Korban Dugaan Penipuan Kerja di Kamboja Asal Siak Meninggal Dunia

Korban Dugaan Penipuan Kerja di Kamboja Asal Siak Meninggal Dunia

Nasional | inews | Senin, 9 Maret 2026 - 15:21
share

SIAK, iNews.id - Kabar duka datang dari keluarga Susi Yanti Br Sinaga (22), warga Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Riau. Perempuan yang menjadi korban dugaan penipuan pekerjaan di Kamboja itu meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Khmer Soviet Friendship, Phnom Penh pada Minggu (8/3/2026).

Dikutip dari iNews Pekan Baru menyebutkan, Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau, Fanny Wahyu Kurniawan ketika dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut pada Senin (9/3/2026). 

Dia menyampaikan, sebelum meninggal dunia, kondisi Susi sempat kritis dan harus dirawat di ruang ICU. Terkait pemulangan jenazah, Fanny menjelaskan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja telah berkomunikasi dengan pihak keluarga. 

Kemudian, keluarga meminta bantuan BP3MI atau KP2MI untuk memfasilitasi proses kepulangan jenazah ke Indonesia, meskipun biaya pemulangan ditanggung secara mandiri oleh keluarga.

Di tingkat daerah, BP3MI Riau telah mengirimkan surat kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Siak agar segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. 

Langkah ini dilakukan karena Susi merupakan warga asli Siak, sehingga dukungan pemerintah daerah dinilai penting dalam proses pendampingan. BP3MI memastikan akan terus mengawal proses pemulangan hingga jenazah tiba di kampung halaman.

Kasus yang menimpa Susi sebelumnya sempat ramai diperbincangkan di media sosial setelah muncul kabar bahwa dia tersandera di Kamboja. 

Perempuan kelahiran 2003 itu awalnya dijanjikan pekerjaan di Malaysia oleh seseorang yang dikenalnya. Namun pada 12 Desember lalu, dia justru dibawa ke Kamboja untuk bekerja di industri daring yang diduga berkaitan dengan aktivitas penipuan atau scammer.

Keberangkatan Susi diketahui tidak melalui prosedur resmi karena hanya menggunakan paspor tanpa dokumen ketenagakerjaan yang sah.

Selama berada di Kamboja, kondisi kesehatannya terus memburuk hingga akhirnya harus menjalani perawatan di rumah sakit. Keluarga juga sempat menghadapi tekanan berupa tagihan biaya pengobatan yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah, disertai ancaman medis apabila biaya tersebut tidak segera dibayarkan.

Foto-foto kondisi Susi yang terbaring lemah dengan selang medis di mulut dan hidung saat melakukan panggilan video dengan keluarga sempat beredar luas di media sosial dan memicu keprihatinan publik.

Fanny menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya menangani kasus pekerja migran nonprosedural seperti yang dialami Susi. Dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja di luar negeri yang tidak melalui jalur resmi, sehingga kejadian serupa dapat dihindari di masa mendatang.

Topik Menarik