Banjir Bandang Terjang Buleleng Bali, 1 Orang Tewas dan 3 Hilang Terseret Arus
BULELENG, iNews.id - Hujan deras yang mengguyur wilayah atas Kabupaten Buleleng, Bali, memicu banjir bandang di Kecamatan Banjar pada Jumat (6/3/2026) malam hingga Sabtu (7/3/2026) dini hari. Bencana tersebut menyebabkan empat orang terseret arus, satu di antaranya ditemukan meninggal dunia sementara tiga lainnya masih dalam pencarian.
Korban meninggal diketahui bernama Dewa Ketut Adi Suarjaya (55), warga Banjar Dinas Santal. Dia terseret arus banjir saat membawa motor dan ditemukan sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian dalam kondisi tidak bernyawa.
Selain korban meninggal, tiga orang lainnya hingga kini masih belum ditemukan. Mereka yakni Komang Suci (44) bersama dua anaknya, Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12).
Ketiganya diduga terseret arus banjir bandang saat berada dalam kamar rumah mereka. Tembok kamar rumah korban jebol setelah diterjang banjir setinggi sekitar 4 meter.
“Banjir bandang menyebabkan korban jiwa. Ada juga korban yang belum ditemukan, Ibu dan kedua anaknya,” ujar Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra saat meninjau lokasi bencana, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, banjir bandang terjadi sejak pukul 20.00 WITA dan menyebabkan kerusakan sejumlah rumah warga di Banjar Ambengan.
Selain rumah milik korban yang rusak parah, sedikitnya tiga rumah lain di sekitar lokasi turut terdampak. Empat motor milik warga juga dilaporkan tertimbun material banjir.
Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra mengatakan pemerintah daerah telah mendirikan posko penanganan bencana di lokasi kejadian.
“Pagi ini kami buat posko banjir bandang akibat cuaca ekstrem semalam,” ujarnya.
Dia menyebut banjir bandang kali ini merupakan yang terparah dari beberapa kejadian sebelumnya di wilayah tersebut.
“Banjir bandang sudah tiga kali menerjang wilayah ini dan yang sekarang paling parah karena menelan korban jiwa serta kerusakan yang cukup besar,” ucapnya.
Pemerintah daerah juga telah mengerahkan alat berat untuk membantu proses evakuasi dan pembersihan material banjir. Bupati mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, agar lebih waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Proses pencarian tiga korban yang masih hilang hingga kini masih terus dilakukan oleh tim gabungan.









