Rusia Heran Negara-Negara Arab Kutuk Iran, tapi Abaikan Serangan AS-Israel
MOSKOW, iNews.id - Rusia menyayangkan sikap sejumlah negara Teluk yang mengecam serangan Iran, namun dinilai tutup mata terhadap serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang telah menewaskan lebih dari 1.000 orang di Iran.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov menyerukan negara-negara Teluk, yakni Qatar, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Oman untuk ikut mendorong penghentian serangan AS-Israel terhadap Iran.
Lavrov secara terbuka mempertanyakan sikap sebagian negara Arab yang cepat mengutuk respons Iran, namun tidak bersuara lantang atas agresi yang lebih dulu dilakukan Washington dan Tel Aviv.
“Tahun lalu, Amerika mengajukan resolusi kepada Dewan Keamanan PBB tentang Ukraina yang hanya menyerukan pengakhiran konflik sesegera mungkin. Mari kita adopsi resolusi yang sama tentang konflik di Iran di Dewan Keamanan. Kita semua akan mendukungnya. Menurut saya, itu akan adil,” ujarnya, dalam acara di Moskow, seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (6/3/2026).
Dia juga mengusulkan moratorium penuh terhadap seluruh serangan di Timur Tengah yang telah menimbulkan banyak korban sipil. Serangan gabungan AS-Israel ke Iran dilaporkan menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk warga sipil dan anak-anak.
“Marilah kita bersatu untuk menghentikan segala bentuk permusuhan, dimulai dengan moratorium penuh terhadap serangan yang menyebabkan korban sipil dan penghancuran infrastruktur sipil, seperti yang terjadi di banyak negara Arab,” kata Lavrov.
Pernyataan Moskow ini memperlihatkan semakin tajamnya perbedaan sikap antara Rusia dan blok Barat dalam menyikapi konflik Iran. Rusia menilai fokus seharusnya pada penghentian agresi dan perlindungan warga sipil, bukan sekadar mengecam satu pihak tanpa melihat akar eskalasi.










