Debut Panas Taufik/Apriyani di China Masters 2026, Tanpa Beban Medali Olimpiade
JAKARTA, iNews.id – Taufik Aderya memulai debutnya berpasangan dengan Apriyani Rahayu di China Masters 2026 dengan penuh semangat, meski seniornya merupakan peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020.
Pasangan baru racikan Pelatnas PBSI ini akan memulai kiprahnya di turnamen level Super 100 pada 10-15 Maret 2026 di Ruichang, China. Taufik, pemain pratama berusia 19 tahun, langsung mendapat kepercayaan untuk tandem dengan Apriyani.
Meski Apriyani memiliki status juara Olimpiade, Taufik mengaku tidak terbebani. Justru, prestasi seniornya menjadi pemicu semangat untuk tampil maksimal.
“Beban... nggak ada sih. Paling main nothing to lose aja. Berusaha berikan yang terbaik lah,” ujar Taufik saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Rabu (4/3/2026).
Tantangan Rangkap di China Masters
Perjalanan Taufik/Apriyani tidak mudah. Mereka harus memulai perjuangan dari babak kualifikasi. Selain sektor ganda campuran, keduanya juga bermain rangkap. Taufik tampil di ganda putra bersama Daniel Edgar Marvino, sedangkan Apriyani bermain di ganda putri bersama Lanny Tria Mayasari.
“Saya juga nggak tahu ya awalnya dipartnerin buat main mix di Ruichang. Terus pas tahu main mix sama Kak Apri, ya kondisi sama persiapannya harus bener-bener ya. Apalagi mainnya double, rangkap (ganda putra dan ganda campuran),” ujar Taufik.
Adaptasi keduanya sejauh ini berjalan lancar. Taufik menilai chemistry dengan Apriyani sudah oke dan nyaman.
“Feel-nya oke sih, aman. Cocok juga sama kak Apri,” terang Taufik.
Apriyani juga menilai adaptasi berjalan baik, meski masih menyesuaikan pola permainan. Pengalaman bermain ganda putri membuat pola pukulannya masih sangat “double putri”, sehingga perlu waktu untuk lebih sinkron dengan Taufik.
“Sama sih. Maksudnya kan memang pada dasarnya Taufik ini kan juga pernah main mix. Jadi kami coba untuk berupaya yang terbaik lah. Saya juga kan main double-nya masih tebel banget, kayak masih polanya double putri banget. Jadi kayak nyesuainnya tuh lumayan susah juga gitu,” tutur Apriyani.
Debut ini menjadi kesempatan emas bagi pasangan muda Indonesia untuk menunjukkan kualitas dan membuktikan kemampuan mereka di level internasional.
Semangat Taufik yang tak terbebani dan pengalaman Apriyani sebagai juara Olimpiade diharapkan menjadi kombinasi sempurna di China Masters 2026.










