Platform Online Bisa Jadi Medium Aksi Nyata Jaga Lingkungan, Ini Buktinya!
JAKARTA, iNews.id – Aktivisme lingkungan di media sosial kian marak. Tagar soal krisis iklim, pengurangan sampah, hingga gaya hidup ramah lingkungan berseliweran setiap hari.
Namun, di balik ramainya linimasa, muncul pertanyaan, seberapa jauh kepedulian digital itu benar-benar berujung pada aksi nyata? Apakah konten eco-lifestyle itu sebatas konten atau berubah menjadi aksi nyata?
Persoalan lingkungan di Indonesia masih menjadi tantangan, mulai dari pengelolaan sampah hingga perubahan perilaku masyarakat. Di sisi lain, Generasi Z dikenal vokal menyuarakan isu keberlanjutan di media sosial. Tantangannya adalah memastikan suara tersebut tidak berhenti pada simbol dan unggahan semata.
Di tengah fenomena tersebut, kampanye Indonesia Asri yang digagas oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) meluncurkan platform partisipatif bernama Jejak Asri. Inisiatif ini dirancang untuk menjembatani ruang digital dengan gerakan konkret di lapangan, khususnya melibatkan generasi muda.
Platform ini mengusung pendekatan offline-to-online (O2O). Artinya, aksi komunitas seperti edukasi pengelolaan sampah dan kegiatan bersih lingkungan tetap dilakukan secara langsung, tetapi terdokumentasi dan diperluas dampaknya melalui ruang digital. Masyarakat bisa membagikan tulisan, foto, atau video tentang praktik ramah lingkungan yang dia lakukan sehari-hari.
Head of Corporate Communication Chandra Asri Group, Chrysanthi Tarigan, mengatakan perubahan perilaku umumnya lahir dari langkah kecil yang konsisten. Menurut dia, ruang digital dapat mempercepat penyebaran inspirasi tersebut sehingga membentuk gerakan kolektif.
"Perubahan besar tidak selalu dimulai dari langkah besar, tetapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus. Ketika cerita itu dibagikan, dampaknya bisa meluas," ujarnya, Selasa (3/3/2026).
Pegiat lingkungan Astri Puji Lestari menilai media sosial memang efektif memicu partisipasi, asalkan dibarengi contoh konkret yang mudah diterapkan. Dia melihat banyak anak muda ingin terlibat, tetapi membutuhkan ruang yang menghubungkan inspirasi dengan aksi.
"Awalnya terasa kecil, tetapi ketika dibagikan, banyak yang merasa dekat dan ikut mencoba. Banyak orang sebenarnya ingin bergerak, hanya butuh contoh yang relevan dan mudah dilakukan," kata dia.
Menurut data yang diterima iNews.id, selama dua tahun terakhir, kampanye Indonesia Asri mencatat lebih dari 3.300 peserta terlibat dalam berbagai program edukasi dan aksi lapangan. Dengan integrasi digital ini, berbagai kegiatan komunitas diharapkan tidak berhenti sebagai agenda sesaat, melainkan terdokumentasi dan menjangkau publik yang lebih luas.
Fenomena ini menunjukkan pergeseran pola partisipasi generasi muda. Platform online kini tak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga berpotensi menjadi katalis perubahan perilaku. Jika konsisten dimanfaatkan, satu unggahan bisa menjadi pintu masuk menuju aksi nyata demi masa depan lingkungan yang lebih berkelanjutan.









