Liverpool Kalah Dramatis dari Wolves, Van Dijk Semprot Chiesa
WOLVERHAMPTON, iNews.id - Liverpool kalah dramatis 1-2 dari Wolverhampton Wanderers pada lanjutan Liga Inggris 2025-2026 di Molineux, Rabu (4/3/2026) dini hari WIB. Gol menit ke-94 Andre menjadi petaka untuk The Reds.
Gol tersebut memicu kemarahan kapten Liverpool Virgil van Dijk kepada Federico Chiesa. Apalagi kekalahan ini menggagalkan peluang The Reds menembus posisi empat besar Premier League.
Laga Premier League di Stadion Molineux berlangsung sengit sejak awal. Tuan rumah lebih dulu unggul lewat Rodrigo Gomes yang memecah kebuntuan di babak pertama.
Liverpool membalas pada menit ke-83 melalui Mohamed Salah. Gol itu membuka harapan tim tamu untuk mencuri poin setelah tertinggal cukup lama.
Namun petaka datang di masa tambahan waktu. Andre mencetak gol kemenangan pada menit ke-94 dan membuat publik Wolverhampton bersorak. Bola tembakannya berubah arah setelah mengenai pemain sebelum melewati Alisson Becker dan masuk ke gawang.
Van Dijk Marah, Perdebatan Soal Blunder
Gol tersebut memicu reaksi keras dari kapten Liverpool, Virgil van Dijk. Dia terlihat berteriak ke Federico Chiesa sesaat setelah gol tercipta. Situasi bermula ketika Alisson mengirim bola ke arah Chiesa, tetapi keduanya gagal bekerja sama. Chiesa tidak segera turun membantu pertahanan saat bola lepas, hingga Wolves memanfaatkan situasi itu.
Dalam wawancara usai pertandingan bersama TNT Sport, Van Dijk mengaku kecewa dengan cara timnya kebobolan.
“Kebobolan gol selalu membuat frustrasi,” ucap bek asal Belanda itu, dikutip dari Express.
“Kami datang setelah mencatat beberapa clean sheet dan secara defensif tampil sangat solid. Tapi ini sudah terjadi dan kami harus segera bangkit karena dalam beberapa hari ke depan kami kembali bermain di sini dan ingin tampil baik di Piala FA serta menunjukkan reaksi.”
Gol kemenangan Andre memicu perdebatan. Dua pemain dinilai berperan dalam terciptanya gol tersebut, yakni Alisson dan Curtis Jones. Legenda Liverpool, Steven Gerrard, menilai reaksi para pemain terlalu lambat setelah kesalahan awal.
“Dari kesalahan kiper, itu bukan sapuan terbaik dari Alisson, tapi saya pikir mereka lambat bereaksi di lini tengah,” kata Gerrard di TNT Sports.
Dia menambahkan, “Wolves memenangkan bola pertama dan kedua. Dari sudut pandang Liverpool, itu gol yang buruk untuk kebobolan, dan kembali terjadi di menit akhir. Terlalu sering mereka kebobolan gol telat. Reaksi setelah sapuan buruk itu terlalu lambat.”
Sementara itu, mantan bek Liverpool Stephen Warnock memiliki pandangan berbeda. Dia menyebut umpan Curtis Jones ke Alisson sebagai awal masalah.
“Itu kesalahan dari Curtis Jones. Dia mengirim bola ke Alisson dan Alisson tidak mungkin mendapatkan kontrol yang baik,” ujar Warnock di BBC Radio 5 Live.
Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Liverpool dalam persaingan papan atas Premier League. Selain gagal meraih poin penuh, sorotan kini tertuju pada koordinasi lini belakang dan respons tim saat menghadapi tekanan di menit-menit akhir pertandingan.










