Bahaya Tidur Balas Dendam saat Puasa Ramadan, Awas! Jangan Lebih 9 Jam

Bahaya Tidur Balas Dendam saat Puasa Ramadan, Awas! Jangan Lebih 9 Jam

Gaya Hidup | inews | Rabu, 4 Maret 2026 - 10:35
share

JAKARTA, iNews.id - Seorang perawat bernama Rizal dengan akun X @afrkml membagikan edukasi kesehatan terkait kebiasaan “balas dendam” tidur selama Ramadan, terutama saat libur. Dia mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan durasi tidur dan tidak melebihi total 9 jam dalam sehari.

Menurut Rizal, perubahan pola tidur saat Ramadan memang wajar karena adanya aktivitas sahur dan ibadah malam. Namun, dia menilai kebiasaan tidur terlalu lama untuk mengganti waktu istirahat yang hilang justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

“Aku tahu beberapa dari kita memilih ‘balas dendam’ tidur selama Ramadan pas libur dengan tidur berjam-jam, terutama setelah subuhan. Tapi ingat, jangan melebihi total 9 jam dalam sehari,” tulis Rizal dalam unggahannya.

Dia menjelaskan, tidur berlebihan maupun kurang tidur sama-sama dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan. Kondisi tersebut berkaitan dengan meningkatnya potensi gangguan kardiovaskular serta masalah metabolik.

Rizal mengatakan sejumlah penelitian menunjukkan hubungan antara durasi tidur yang tidak ideal dengan peningkatan risiko gangguan jantung, gangguan metabolisme, hingga penurunan kualitas hidup secara keseluruhan.

Sebagai contoh, jika seseorang tidur selama 4 jam pada malam hari, kemudian bangun untuk sahur dan salat Subuh, lalu kembali tidur di pagi hari, maka tambahan waktu tidur sebaiknya tidak lebih dari 5 jam.

Total waktu tidur dalam sehari tetap berada di batas yang disarankan, yakni maksimal 9 jam. Cara ini dinilai membantu menjaga keseimbangan waktu istirahat tanpa memicu dampak kesehatan yang tidak diinginkan.

Dia juga menjelaskan pola tidur terpisah atau split sleep masih tergolong wajar selama Ramadan. Hal tersebut terjadi karena jadwal tidur bergeser akibat aktivitas sahur dan ibadah malam.

“Pada kondisi Ramadan, split sleep seperti ini tidak masalah karena jadwal tidur memang bergeser,” ujarnya.

Meski demikian, dia tetap mengingatkan masyarakat untuk mengontrol total durasi tidur agar tidak berlebihan. Menurut dia, menjaga pola tidur yang seimbang penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap bugar selama menjalani ibadah puasa.

Rizal juga menyarankan agar waktu luang tidak hanya dihabiskan untuk tidur. Masyarakat dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan aktivitas yang lebih produktif.

Salah satu kegiatan yang direkomendasikan adalah olahraga ringan hingga sedang menjelang waktu berbuka puasa. Aktivitas ini dinilai dapat membantu menjaga kebugaran tubuh selama Ramadan.

Sementara untuk olahraga dengan intensitas lebih berat, dia menyarankan dilakukan sekitar satu jam setelah berbuka puasa. Pada waktu tersebut tubuh sudah kembali terhidrasi dan mendapatkan asupan energi.

Edukasi yang dibagikan Rizal pun mendapat respons positif dari warganet. Banyak pengguna media sosial merasa diingatkan karena selama Ramadan mereka cenderung mengubah pola tidur secara drastis, terutama ketika memiliki waktu libur.

Topik Menarik