Terjebak di Mesir, Aktivis Pro Palestina Ungkap Harga Tiket di Timur Tengah Tembus Rp40 Juta
JAKARTA, iNews.id - Aktivis Pro Palestina Muhammad Husein mengungkapkan bahwa harga tiket pesawat di Timur Tengah meroket hingga Rp40 juta. Hal ini dikarenakan adanya serangan Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran.
Hal tersebut disampaikan Husein dalam program Rakyat Bersuara iNews TV pada Selasa (3/3/2026). Ia menyebut, harga tiket pesawat yang biasanya hanya Rp9 juta kini naik menjadi sekitar Rp30 sampai Rp40 juta.
Harga tersebut berlaku untuk penerbangan yang masih beroperasi dengan mengambil jalur alternatif. Salah satunya penerbangan yang harus transit terlebih dahulu di Turki. Selain itu, ia mengaku masih terjebak di Mesir dan belum bisa pulang ke Indonesia akibat eskalasi perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang semakin memanas.
“Dan adapun kapal-kapal lain, pesawat-pesawat lain kalau untuk transit di tempat lain itu, itu harganya gila-gilaan membumbung tinggi itu. Contoh ke Turki aja, lewat Turki dengan transit 30 jam itu, itu sampai Rp30 sampai Rp40 juta. Satu satu penerbangan yang harusnya cuma sekitar Rp9 jutaan lah,” ungkap Husein.
Jelang Persija Jakarta vs Arema FC, Mauricio Souza Bicara Jadwal Mepet di Super League 2025-2026
Selain itu, ia mengaku masih terjebak di Mesir dan belum bisa pulang ke Indonesia akibat eskalasi perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang semakin memanas. Sebab, banyak penerbangan di Timur Tengah termasuk yang sedang transit harus dibatalkan.
“Penerbangan juga di-cancel dari sini. Maka kita semua masih terjebak sampai saat ini di Mesir karena eskalasi perang ini juga berdampak pada jalur transportasi kita. Jadi dibatalkan dari Timur Tengah,” kata dia.
Terlebih, pembatalan tersebut masih akan terus terjadi hingga kurun waktu satu pekan ke depan. Di mana dalam kurun waktu tersebut juga belum ada kepastian apakah penerbangan bisa kembali normal atau tidak.
“Pokoknya, pesawat-pesawat yang transit di Qatar dan di Abu Dhabi, Dubai itu semua tidak bisa beroperasi selama satu pekan ke depan. Satu pekan ke depan dan kita enggak tahu itu masih gelap belum ada kejelasan,” kata Husein.










