Momen Timnas Iran Vs Amerika Serikat di Piala Dunia, Penuh Respek!

Momen Timnas Iran Vs Amerika Serikat di Piala Dunia, Penuh Respek!

Olahraga | inews | Selasa, 3 Maret 2026 - 22:00
share

TEHERAN, iNews.id – Partisipasi Timnas Iran di Piala Dunia 2026 terancam setelah serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran.

Serangan ini menargetkan berbagai lokasi di Iran pada Sabtu lalu dan memicu balasan dengan drone dan rudal dari Iran, yang mengenai pangkalan militer AS di sejumlah negara Teluk termasuk Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Irak, Yordania, dan Bahrain.

Banyak penerbangan ke Timur Tengah dibatalkan dan muncul kekhawatiran serius apakah Iran akan tampil di Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, di mana mereka tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.

Ketegangan antara Amerika dan Iran bukan hal baru. Hubungan diplomatik terputus setelah penyanderaan kedutaan AS di Teheran pada 1979 dan konflik panjang selama lebih dari 400 hari. Dua dekade kemudian, kedua negara bertemu di Grup F Piala Dunia 1998 di Prancis di tengah konflik geopolitik.

Dalam pertemuan itu, pemain Iran memberikan bunga mawar putih kepada pemain AS sebagai simbol perdamaian. Balasan datang dari pemain AS dengan menyerahkan penanda bertuliskan AS.

Pelatih Iran saat itu, Jalal Talebi, mengatakan kepada ESPN: "Kami memutuskan untuk membuat sesuatu yang spesial. Mari kita berikan mereka bunga yang indah untuk menunjukkan bahwa kami hadir untuk perdamaian, bukan bertarung."

Iran menang 2-1 di Lyon, namun kedua tim gagal lolos ke babak gugur. Sejak itu, pertemuan keduanya selalu dibayangi ketegangan politik, termasuk di Piala Dunia 2022 di Qatar, ketika gol Christian Pulisic memastikan kemenangan AS.

Baru-baru ini, Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menyampaikan kekhawatiran terkait partisipasi negaranya di Piala Dunia 2026. Dalam siaran televisi nasional Iran, ia menyatakan: "Dengan apa yang terjadi hari ini dan serangan oleh Amerika, kemungkinan besar kami tidak bisa menatap Piala Dunia, namun keputusan ada di tangan pengurus olahraga."

FIFA menegaskan aturan jika suatu tim mundur, tim pengganti akan ditentukan dari runner-up langsung kualifikasi atau tim non-kualifikasi dengan peringkat tertinggi di konfederasi terkait.

Sekjen FIFA, Mattias Grafstrom, menekankan: "Kami akan memantau perkembangan dan fokus pada Piala Dunia yang aman dengan semua tim dapat berpartisipasi."

Ketidakpastian ini membuat dunia sepak bola menanti keputusan resmi. Iran, yang lolos untuk ketujuh kalinya ke Piala Dunia dengan menjuarai Grup A Kualifikasi Asia, kini menghadapi situasi politik yang bisa mengubah sejarah penampilan mereka di turnamen terbesar di dunia.

Topik Menarik