Fakta Mengejutkan di Balik Pemecatan Ruben Amorim dari MU Terkuak
MANCHESTER, iNews.id – Pemecatan Ruben Amorim dari Manchester United (MU) pada 5 Januari lalumemunculkan fakta baru setelah salah satu asistennya angkat bicara soal situasi internal di Old Trafford.
Ruben Amorim dipecat sehari setelah MU bermain imbang 1-1 melawan Leeds United di Elland Road. Hasil itu memperpanjang tren inkonsistensi tim di Liga Inggris 2025-2026.
Dalam konferensi pers terakhirnya sebagai pelatih, dia menyebut datang ke klub sebagai manajer, bukan sekadar pelatih. Ucapan tersebut dinilai sebagai sindiran terhadap direktur sepak bola Jason Wilcox.
Laporan The Guardian menyebut dia berharap mendapat dukungan pada bursa transfer Januari jika target pemain tersedia. Situasi internal kemudian berubah dan rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan.
Selama menangani MU, Ruben Amorim meraih 24 kemenangan dari 63 pertandingan. Catatan itu menjadi rasio kemenangan terendah ketiga dalam sejarah manajer permanen klub.
Saat dipecat, MU berada di posisi kelima klasemen Premier League. Tim hanya menang tiga kali dalam 11 laga terakhir sebelum keputusan pemecatan diambil.
Sejak Michael Carrick ditunjuk sebagai pelatih interim, performa MU meningkat. Klub naik ke posisi ketiga setelah meraih enam kemenangan dalam tujuh pertandingan.
Asisten Sebut Ide Tak Sepenuhnya Dijalankan
Adelio Candido, mantan asisten Ruben Amorim di Braga, Sporting, dan MU, memberi wawancara kepada media Portugal A Bola. Dia mengungkap pengalaman selama bekerja di Inggris.
“Pengalaman tetaplah pengalaman, baik hasilnya bagus atau buruk, kami selalu membawa pembelajaran,” ujar Candido.
Dia menilai hal yang paling mengganggu adalah perasaan ide tim pelatih tidak dijalankan sepenuhnya. “Yang paling tidak saya sukai, tanpa ragu, adalah merasa ide-ide kami tidak sepenuhnya dijalankan,” ucapnya.
Candido menyebut faktor usia membantu tim pelatih menghadapi tekanan. “Saya pikir fakta kami masih muda membantu kami menghadapi tekanan; kami selalu memiliki rutinitas kerja harian yang positif,” katanya.
Dia menambahkan tekanan di lingkungan teknis sering memicu emosi berlebihan. “Dengan tekanan yang ada, wajar jika orang menjadi lebih kesal dari biasanya dalam tim teknis, dan itu tidak terjadi pada kami,” tuturnya.
Candido juga menegaskan waktu yang akan menjawab dampak keputusan tersebut terhadap karier mereka. “Hanya masa depan yang akan memberi tahu apakah kepergian itu buruk bagi karier kami atau tidak.”
Setelah dipecat, Ruben Amorim dilaporkan menerima kompensasi sekitar 10 juta poundsterling atau setara Rp227,48 miliar. Media Brasil menyebut dia dikaitkan dengan Vasco da Gama, sementara ESPN melaporkan dia menjadi kandidat kuat di Benfica jika Jose Mourinho hengkang setelah Piala Dunia 2026 untuk melatih Timnas Portugal.










