Kronologi Petasan Meledak saat Diracik di Ponorogo Tewaskan Pelajar SMP, 2 Kritis

Kronologi Petasan Meledak saat Diracik di Ponorogo Tewaskan Pelajar SMP, 2 Kritis

Nasional | inews | Senin, 2 Maret 2026 - 17:37
share

PONOROGO, iNews.id - Ledakan petasan di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menelan korban jiwa. Satu orang tewas dan dua lainnya kritis terkena petasan yang meledak tiba-tiba saat diracik.

Korban tewas yakni, Rifai Kurnia, siswa kelas 8 SMP. Jasad korban sudah dimakamkan di permakaman umum desa setempat pada Selasa (2/3/2026) dini hari.

Selain menewaskan satu orang, ledakan petasan juga mengakibatkan rumah orang tua korban rusak parah. 

Sementara itu, proses penyelidikan terus berlanjut seiring dengan kondisi satu korban lainnya yang masih dalam keadaan kritis di rumah sakit.

Hingga saat ini, dua korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Hardjono Ponorogo. Humas RSUD Hardjono, Sugianto, menjelaskan bahwa kondisi para korban bervariasi. 

"Satu korban bernama Hindar Agusta mengalami luka ringan. Namun, korban atas nama Ahmad Fatoani saat ini kondisinya kritis dengan luka bakar serius di sekujur tubuh akibat hantaman ledakan," ujar Sugianto. 

Kronologi Kejadian

Peristiwa maut ini bermula saat para korban tengah meracik bubuk mesiu yang rencananya akan digunakan untuk membuat petasan dan balon udara—tradisi yang kerap muncul menjelang perayaan tertentu. Namun nahas, saat proses peracikan berlangsung, bahan kimia tersebut tiba-tiba meledak hebat.

Kekuatan ledakan tidak hanya menghancurkan bangunan rumah hingga rata dengan tanah, tetapi juga langsung merenggut nyawa Rifai Kurnia di lokasi kejadian.

Polisi kini terus mendalami asal-usul bahan peledak tersebut dan mengimbau masyarakat untuk menghentikan aktivitas meracik petasan yang sangat berisiko bagi nyawa.

Tim Gegana Satbrimob Polda Jatim telah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas menemukan fakta bahwa kekuatan ledakan berasal dari jumlah bahan peledak yang cukup besar.

Danden Gegana Satbrimob Polda Jatim, Kompol Dyan Vicky Sandhi, mengungkapkan bahwa jenis bahan yang meledak tergolong low explosive. 

"Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan mesiu yang digunakan untuk meracik petasan ini beratnya sekitar 5 kilogram. Inilah yang menyebabkan kerusakan bangunan begitu masif," katanya.

Topik Menarik