Saudi Aramco Hentikan Operasi Kilang Raksasa Ras Tanura Imbas Serangan Drone Iran

Saudi Aramco Hentikan Operasi Kilang Raksasa Ras Tanura Imbas Serangan Drone Iran

Terkini | inews | Senin, 2 Maret 2026 - 16:34
share

RIYADH, iNews.id - Perusahaan minyak dan gas (migas) Saudi Aramco menghentikan operasional di kilang Ras Tanura setelah terjadi kebakaran yang dipicu serangan drone. Insiden tersebut menyebabkan penghentian sementara aktivitas pemuatan di kilang yang memiliki kapasitas pengolahan 550.000 barel per hari itu.

Melansir The National, penutupan kilang ini sekaligus menjadi gangguan kedua terhadap fasilitas Aramco dalam beberapa hari terakhir.

Bloomberg dan Reuters melaporkan, kilang tersebut ditutup setelah serangan yang terjadi di tengah serangan drone dan rudal oleh Iran terhadap negara-negara tetangganya di kawasan Teluk.

Ras Tanura, yang terletak di sepanjang pesisir Teluk, menjadi lokasi salah satu terminal ekspor minyak terbesar di dunia serta fasilitas penyulingan utama. Pelabuhan ini mengoperasikan porsi signifikan ekspor minyak mentah Arab Saudi dengan kargo yang umumnya dikirim ke pasar-pasar utama di Eropa dan Asia, termasuk China, Jepang, dan Korea Selatan.

Kilang dan terminal ekspor tersebut memproses serta mengirim minyak mentah yang bersumber dari sejumlah ladang terbesar di Arab Saudi, termasuk Ghawar, ladang minyak konvensional terbesar di dunia. 

Selain itu, kilang ini juga menerima pasokan minyak mentah dari Abqaiq dan Khurais, yang pernah menjadi target serangan pada 2019, sehingga sempat memangkas separuh produksi minyak mentah Arab Saudi dan memicu lonjakan harga minyak terbesar sejak Perang Teluk pada 1990.

Serangan terhadap Ras Tanura akan menjadi serangan pertama Iran terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk. Provinsi Timur memiliki konsentrasi infrastruktur hulu yang sangat padat, termasuk kilang, jaringan pipa, serta pusat pemrosesan minyak mentah dan gas.

Sementara itu, Brent, acuan harga untuk dua pertiga minyak mentah yang diperdagangkan melalui jalur laut di dunia, melonjak mendekati 80 dolar AS per barel dan diperdagangkan di level 79,56 dolar AS per barel hari ini, Senin (2/3/2026) siang.

Topik Menarik