Bahlil Penuhi Panggilan Presiden ke Istana, Bahas Energi dan Selat Hormuz

Bahlil Penuhi Panggilan Presiden ke Istana, Bahas Energi dan Selat Hormuz

Terkini | idxchannel | Senin, 2 Maret 2026 - 17:14
share

IDXChannel—Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2026). Salah satu topik yang dibahas adalah penutupan Selat Hormuz pascaserangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

“Sebagai pembantu presiden, dipanggil harus menghadap dulu, habis ini baru melapor kita,” kata Bahlil kepada awak media setibanya di Kompleks Istana Kepresidenan.

Bahlil mengungkapkan pembahasan dengan Prabowo kemungkinan besar menyangkut kondisi geopolitik terkini di Timur Tengah, termasuk penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia.

“Mungkin menyangkut kondisi terkini, geopolitik ya, menyangkut penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Ini juga antisipasi tentang pasokan minyak dunia. Karena bagaimanapun kita masih impor sebelum Lebaran,” katanya.

Terkait langkah mitigasi, Bahlil menyatakan pihaknya akan menggelar rapat dengan Dewan Energi Nasional (DEN) pada Selasa (3/3/2026) besok. “Nanti, saya besok Insyaallah akan rapat Dewan Energi Nasional. Rapat dulu baru saya laporkan.”

Meski demikian, Bahlil memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih dalam kondisi aman untuk 20 hari ke depan. 

Terkait potensi dampak terhadap subsidi energi, dia menyebut hingga saat ini belum ada masalah. Namun, Bahlil tidak menampik peluang koreksi harga apabila ketegangan di Timur Tengah terus berlanjut.

“Sampai hari ini enggak ada masalah, tapi kan harga dunia pasti akan mengalami koreksi ketika kondisi geopolitik di Timur Tengah terus memanas,” jelasnya.

Mengenai alternatif pasokan, termasuk impor dari Amerika Serikat, Bahlil mengatakan prosesnya masih berjalan sesuai kesepakatan yang telah ditandatangani sebelumnya.

“Sudah saya katakan bahwa impor AS itu setelah ditandatangani, baru kita melakukan tindak lanjutnya secara detail. Kita kasih kesempatan sekitar 60 hari dan sampai hari ini saya pikir kita sebagian sudah ambil dari AS terutama elpiji. Sebagian sudah kita ambil,” pungkasnya.


(Nadya Kurnia)

Topik Menarik