Perang AS-Israel dan Iran Bisa Meluas, DPR Desak Pemerintah RI dan OKI Bertindak

Perang AS-Israel dan Iran Bisa Meluas, DPR Desak Pemerintah RI dan OKI Bertindak

Terkini | inews | Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:46
share

JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta menilai, tindakan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang membombardir Iran merupakan serangan serius dan mengganggu proses diplomasi yang tengah berlangsung. Dia mendesak pemerintah Indonesia dan negara-negara di Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) segera bertindak mencegah konflik meluas.

"Ini serangan serius dan berpotensi mengganggu proses diplomasi yang berlangsung," ujar Sukamta saat dihubungi, Sabtu (28/2/2026).

Legislator dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini khawatir perang bisa meluas.

"Yang perlu diwaspadai, kemungkinan eskalasi lebih luas. konflik ini bisa berkembang menjadi perang regional jika negara lain (baik sekutu Iran maupun sekutu Israel) terlibat secara langsung," ucap Sukamta.

"Dan itu pasti akan berdampak pada ekonomi global karena setiap ketegangan di Timur Tengah bisa berdampak pada pasar energi dunia, investor global, dan jalur perdagangan," imbuhnya.

Menurut Sukamta, Indonesia bersama OKI perlu mencegah meluasnya konflik sehingga perang tidak membesar.

"RI bersama OKI perlu mencegah terjadinya eskalasi supaya tidak menjadikan ini konflik lebih luas. Sebaiknya semua pihak menahan diri, Israel perlu menghentikan agresifitasnya," kata Sukamta.

Sebelumnya diberitakan, Iran melancarkan serangan balasan ke Israel menggunakan rudal dan drone, Sabtu (28/2/2026). Sirene peringatan serangan udara berbunyi di sejumlah wilayah Israel setelah militer mendeteksi adanya rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah negara tersebut.

Pihak militer Israel menyatakan sistem pertahanan udara diaktifkan untuk menghadapi ancaman tersebut.

Ketegangan meningkat setelah Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu dini hari dengan sandi operasi Lion’s Roar. Pemerintah Israel juga menetapkan status darurat di seluruh wilayah negara itu.

Topik Menarik