Lanny/Apriyani Evaluasi Besar-besaran usai Terhenti di German Open 2026

Lanny/Apriyani Evaluasi Besar-besaran usai Terhenti di German Open 2026

Olahraga | inews | Jum'at, 27 Februari 2026 - 18:00
share

MULHEIM, iNews.id - Ganda putri Indonesia, Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu, menyesali kekalahan di babak 16 besar German Open 2026. Namun mereka menjadikan hasil ini sebagai bagian dari proses peningkatan performa mereka.

Langkah pasangan Pelatnas PBSI Cipayung itu dihentikan ganda putri unggulan kelima asal Jepang, Kaho Osawa/Mai Tanabe. Pertandingan di Westenergie Sporthalle, Jumat (27/2) dini hari WIB, berakhir dengan kekalahan dua gim langsung 13-21 dan 17-21.

Apriyani mengaku kecewa, namun tetap mengambil sisi positif dari kekalahan ini. Peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 itu menyebut ini sebagai proses penting bagi dirinya dan Lanny untuk semakin kompak.

“Pasti ada rasa penyesalan, ada rasa marah, dan tentu ada rasa kesal dengan hasil hari ini. Tapi kami harus kembali melihat ini sebagai bagian dari proses kami berdua. Saya dan Lanny memang baru menjalani beberapa pertandingan bersama, sejauh ini baru tiga turnamen. Jadi masih banyak hal yang harus kami benahi,” ujar Apriyani dalam keterangan PBSI, Jumat (27/2/2026).

Apriyani menyoroti konsistensi sebagai kunci yang harus diperbaiki. Dia menyebut momen gim kedua menjadi pelajaran penting, di mana mereka sempat unggul 15-10 namun akhirnya gagal mempertahankan keunggulan.

“Ke depan, ketika kami sedang berada di momentum yang baik, kami harus bisa lebih konsisten. Tadi di gim kedua sebenarnya kami sudah unggul, tapi justru bisa dikejar hingga 15-15 dan setelah itu kembali tertinggal 15-17. Di momen itu kami kurang konsisten satu sama lain dan kurang tenang dalam mengambil keputusan. Jadi memang masih banyak proses yang harus kami jalani bersama sebagai pasangan,” jelas Apriyani.

Lanny pun sepakat bahwa kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting. Pemain berusia 23 tahun itu menyoroti kurang fokusnya pasangan saat lawan berhasil mengejar ketertinggalan.

“Di gim kedua sebenarnya dari awal kami sudah mendapatkan pola permainan dan sempat memimpin sampai 15-10. Tapi setelah itu kami terlalu lengah. Saat lawan mulai mengejar hingga menyamakan kedudukan, kami justru jadi bingung sendiri dan tidak bisa menjaga ritme permainan,” ucap Lanny.

Lanny menegaskan evaluasi utama mereka ke depan adalah menjaga fokus dan ketenangan saat unggul, agar kesalahan serupa tidak terjadi di turnamen berikutnya.

“Itu yang harus menjadi evaluasi kami, terutama dalam menjaga fokus dan ketenangan saat sudah unggul supaya ke depan tidak terulang lagi,” pungkas Lanny.

Kekalahan ini menegaskan bahwa perjalanan Lanny/Apriyani masih panjang, namun pengalaman di German Open 2026 menjadi batu loncatan untuk perbaikan konsistensi dan performa di turnamen internasional mendatang.

Topik Menarik