Update: Pakistan Klaim Bunuh 100 Lebih Tentara Afghanistan dan Hancurkan 80 Tank-Meriam

Update: Pakistan Klaim Bunuh 100 Lebih Tentara Afghanistan dan Hancurkan 80 Tank-Meriam

Terkini | inews | Jum'at, 27 Februari 2026 - 11:43
share

ISLAMABAD, iNews.id - Pemerintah Pakistan mengklaim telah menewaskan lebih dari 100 tentara Afghanistan serta menghancurkan puluhan alutsista dalam eskalasi konflik terbaru sejak Kamis (26/2/2026).

Juru Bicara Kantor Perdana Menteri Pakistan, Mosharraf Zaidi, mengatakan hingga Jumat (27/2/2026) pukul 03.45 waktu setempat, sedikitnya 133 tentara Afghanistan tewas dan lebih dari 200 lainnya luka dalam serangan yang berlangsung sejak Kamis.

Menurut dia, jumlah korban kemungkinan bertambah menyusul serangan udara yang menargetkan sejumlah wilayah, termasuk Kabul, Paktia, dan Kandahar.

Selain korban jiwa, Pakistan juga mengklaim telah menghancurkan 27 pos Taliban Afghanistan dan menguasai sembilan lainnya. Tidak hanya itu, lebih dari 80 unit tank, meriam artileri, serta kendaraan pengangkut personel bersenjata disebut telah dilumpuhkan.

Menteri Pertahanan (Menhan) Pakistan Khawaja Asif sebelumnya menyebut negaranya kini berada dalam “perang terbuka” dengan Afghanistan.

Dalam pernyataannya di media sosial X, dia menuduh pemerintahan Taliban Afghanistan mengekspor terorisme, merampas hak asasi manusia warga, serta bertindak sebagai proksi India.

“Saat ini merupakan perang terbuka antara kami dan Anda. Tentara Pakistan tidak datang dari seberang lautan. Kami adalah tetangga Anda, kami tahu seluk-beluk Anda,” tulis Asif.

Senada dengan Asif, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menegaskan, rakyat dan militer siap sepenuhnya melindungi keamanan, kedaulatan, dan integritas wilayah negara. Dia menyebut angkatan bersenjata Pakistan mampu menghadapi setiap bentuk permusuhan di bawah komando Marsekal Asim Munir.

“Angkatan bersenjata bertekad untuk tidak membiarkan ancaman apa pun terhadap keselamatan dan keamanan negara. Kami selalu mengupayakan perdamaian, tapi persatuan negara tidak akan terganggu, dan angkatan bersenjata akan dengan tegas menghadapi setiap agresi,” kata Sharif.

Pemerintah Afghanistan belum mengungkap data mengenai jatuhnya korban, baik dari kalangan militer maupun sipil. Hingga kini belum ada laporan independen yang terverifikasi jumlah korban maupun kerusakan alutsista yang diklaim kedua pihak. 

Ketegangan ini menjadi salah satu eskalasi paling serius dalam hubungan Pakistan dan Afghanistan dalam beberapa tahun terakhir.

Topik Menarik